SOLOK/SOLSEL

Safari Ramadhan di Masjid Bersejarah, Kajari Solsel Sampaikan Peran Kejaksaan Bagi Masyarakat

1
×

Safari Ramadhan di Masjid Bersejarah, Kajari Solsel Sampaikan Peran Kejaksaan Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
SAFARI RAMADHAN— Kepala Kejaksaan Negeri Solok Selatan Dahnir menyalurkan bantuan dalam kunjungan Tim Safari Ramadhan Pemkab Solsel, di Masjid Baiturrahman Syekh Sampu Jorong Sampu, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir.

PADANG ARO, METRO— Beribadah di masjid yang juga menyimpan sejarah perjuangan penyebaran islam di Solok Selatan membawa kenangan tersendiri. Setidaknya hal ini yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Solok Selatan Dahnir saat me­mimpin Safari Ramadhan di Mas­jid Baiturrahman Syekh Sampu Jorong Sampu, Nagari Lubuk Gadang Utara Kecamatan Sangir.

Dahnir menyebut berada di masjid tersebut membuatnya terkenang dengan tanah kelahirannya. Bagaimana suasana masjid bersejarah yang ada di Aceh Pidie sebagai sarana penyebaran agama islam di nusantara, tak terkecuali penyebaran agama islam yang dilakukan oleh Syekh Sampu.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Pengurus tadi bahwa masjid ini adalah masjid yang bersejarah di Sangir khususnya, dan di Solok Selatan pada umumnya, saya langsung teringat di kampung halaman saya di Aceh Pidie tepatnya banyak juga peninggalan bersejarah,” kata Dahnir, Selasa (25/2) malam.

Dalam kesempatan ini, Dahnir juga menyampaikan peran Kejaksaan di tengah masyarakat. Diri­nya mengharapkan agar paradigma mengenai citra kejaksaan sebagai penghukum, penjara, dan pengadilan.

Padahal, lanjutnya, kebe­ra­daan Kejaksaan di daerah juga melakukan pencegahan terhadap tindak kriminal, kasus perdata, dan urusan kenegaraan lainnya. Seperti penyelesaian konflik la­han di masyarakat dan contoh lain-lainnya.

“Maka perlu kita menyamakan persepsi urusan ini. Apabila semua kriminal diserahkan ke penegak hukum maka yang akan terjadi hanya penghukuman, sehingga ditakutkan pemenjaraan ini membuat pelaku kriminal makin menemukan tempatnya untuk ber­kembang. Maka perlu kami sampaikan pencegahan terbaik sebenarnya adalah dari keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, dalam siraman rohani yang disampaikan Mu­baligh Dr. Romi Yilhas disampaikan tujuan utama I’tikaf di masjid yaitu mendekatkan diri kepada Allah, introspeksi diri, dan mencari keutamaan malam Lailatul Qadar.

I’tikaf adalah ibadah berdiam diri di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, disertai amalan seperti salat sunnah, tadarus, dan dzikir, terutama di 10 hari terakhir Ramadhan.

Pada akhir acara diserahkan bantuan sebesar Rp 30 juta, bantuan Al-quran, mukena, dan kain sarung untuk kebutuhan masjid dan masyarakat sekitar Masjid Baiturrahman Syekh Sampu. (jef)