AGAM, METRO— Bupati Agam, Benni Warlis, memimpin langsung upacara pelepasan personel Satgas Zeni BKO Gulbencal Sumbar di Lapangan Kodim 0304/Agam, Selasa (24/5). Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya tugas kemanusiaan para prajurit dalam membantu penanggulangan bencana di wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam.
Upacara berlangsung khidmat dan penuh rasa haru. Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan atas dedikasi para prajurit yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Dalam amanatnya, Benni Warlis menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel Satgas Zeni BKO atas komitmen dan loyalitas yang ditunjukkan selama menjalankan Operasi Gulbencal. Ia menilai, kontribusi para prajurit telah memberi dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras, dedikasi, dan pengabdian yang telah saudara tunjukkan. Kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peran Satgas Zeni sangat vital, terutama dalam memulihkan akses transportasi yang sempat terputus dan membuka kembali daerah-daerah yang terisolasi akibat bencana. Akses jalan dan jembatan yang kembali terhubung telah memperlancar mobilitas warga serta distribusi bantuan logistik.
Selama bertugas, personel Satgas Zeni BKO melaksanakan berbagai pekerjaan strategis. Di antaranya pembangunan dan pemasangan jembatan bailey, jembatan aramco, hingga jembatan perintis garuda di sejumlah titik terdampak.
Selain pembangunan jembatan, para prajurit juga melakukan pembersihan material longsor dan puing-puing yang menutup badan jalan. Langkah tersebut menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan aktivitas masyarakat.
Tak hanya fokus pada infrastruktur jalan dan jembatan, Satgas Zeni BKO juga turut memperbaiki sejumlah fasilitas umum. Sekolah, sarana ibadah, dan infrastruktur penting lainnya menjadi bagian dari misi kemanusiaan yang mereka jalankan.
Bupati menegaskan bahwa apa yang dilakukan para prajurit melampaui tugas teknis semata. Ia menyebut pengabdian tersebut sebagai simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang dilanda kesulitan.
“Pengabdian yang saudara lakukan bukan sekadar pekerjaan konstruksi atau teknis semata, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat. Apa yang telah dikerjakan menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” tegasnya.
Menjelang pergeseran personel kembali ke homebase satuan masing-masing, bupati juga memberikan sejumlah penekanan penting. Ia meminta agar seluruh proses pengamanan dilakukan secara ketat dan terkoordinasi.
Seluruh prajurit diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat serta kelengkapan personel terdata dengan baik sebelum bergerak meninggalkan wilayah tugas. Pemeriksaan akhir, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh.
Pengecekan tersebut meliputi material, kendaraan taktis, kendaraan angkut, hingga alat berat yang digunakan selama operasi. Hal itu penting agar tidak ada perlengkapan yang tertinggal, mengalami kerusakan tanpa laporan, atau tidak terdokumentasi dengan baik.
Selain aspek administrasi dan logistik, faktor keselamatan selama perjalanan kembali ke satuan juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Prajurit yang berangkat harus kembali dalam keadaan lengkap, aman, dan terhormat,” ujar Benni Warlis menegaskan.
Di akhir amanatnya, Bupati Agam atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Agam menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar prajurit Satgas Zeni BKO. Ia menyadari dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam kelancaran tugas kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, pengorbanan tidak hanya dilakukan oleh para prajurit di lapangan, tetapi juga oleh keluarga yang setia memberikan doa dan dukungan selama masa penugasan, khususnya dalam penanganan bencana di Kabupaten Agam.
Dengan berakhirnya masa tugas Satgas Zeni BKO Gulbencal Sumbar, diharapkan hasil kerja keras yang telah ditorehkan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi fondasi kuat bagi percepatan pemulihan daerah pascabencana. (pry)






