PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wako dan Wawako Tinjau PasarPabukoan di Jalan Gambir

2
×

Wako dan Wawako Tinjau PasarPabukoan di Jalan Gambir

Sebarkan artikel ini
TINJAU PASAR PABUKOAN— Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dan Wawako Elzadaswarman, saat meninjau pasar pabukoan di Jalan Gambir .

PAYAKUMBUH, METRO— Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, meninjau langsung pasar pabukoan Ramadhan 1447 H-2026 M yang di pusatkan di Jalan Gambir, area bekas gedung Bioskop Karya, pasca terbakarnya pasar blok Barat Kota Payakumbuh, Agustus 2025 lalu. Dimana sebelumnya pasar pabukoan Ramadhan di Pa­yakumbuh selalu di pusatkan di jalan Sutan Usman.

“Tahun ini kita memindahkan lokasi Pasa Pabukoan ke Jalan Gambir karena di Jalan Sutan Usman saat ini telah berdiri kios sementara bagi para pedagang korban kebakaran Pasar Utama Blok Barat,” kata Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat meninjau lokasi Pasa Pabukoan, awal Rama­dhan lalu.

Wali Kota pilihan rak­yat Payakumbuh itu meninjau lokasi bersama Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Menurut Zulmaeta, Pem­­ko Payakumbuh me­ngambil kebijakan tersebut agar seluruh aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib dan tidak sa­ling mengganggu, mengingat Jalan Sutan Usman saat ini menjadi titik relokasi sementara pedagang yang terdampak mu­­­sibah kebakaran.

Ia menegaskan Pemko Payakumbuh ingin memastikan seluruh pelaku usaha tetap mendapatkan ruang untuk berdagang, baik pedagang korban kebakaran maupun pedagang Pasa Pabukoan yang setiap tahun menggantungkan pendapatan pada momen Ramadan.

“Kita ingin semua pe­dagang sama-sama men­dapatkan ruang untuk berusaha. Dengan kondisi Jalan Sutan Usman yang saat ini difungsikan untuk relokasi sementara, maka Jalan Gambir menjadi alternatif terbaik agar Pasa Pabukoan tetap berjalan dengan baik dan lebih tertata,” ujarnya.

Zulmaeta menyebut pemindahan lokasi juga bertujuan menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang berburu takjil, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di pusat kota.

Ia mengatakan Pasa Pabukoan telah menjadi tradisi tahunan ma­sya­rakat Payakumbuh setiap Ramadan. Selain itu, ke­giatan tersebut ikut mendorong perputaran eko­nomi, terutama bagi pe­laku UMKM kuliner. “Pasa Pabukoan ini bukan ha­nya tradisi Ramadan, tetapi bentuk komitmen Pemko Payakumbuh dalam mendukung pelaku UM­KM. Kami berharap para pedagang menjaga kebersihan dan ketertiban agar kegiatan ini memberi manfaat ekonomi bagi ma­sya­rakat,” kata dia.

Zulmaeta juga meminta pedagang mematuhi aturan yang telah disepakati, termasuk menjaga kebersihan lokasi, menata dagangan sesuai area kios, serta tidak mengganggu fasilitas umum.

Selain itu, ia mengi­ngatkan pedagang untuk menjaga kualitas dan ke­amanan pangan, terutama karena Pasa Pabukoan menjadi tempat ma­syarakat membeli maka­nan dan minuman untuk berbuka puasa. “Saya juga mengingatkan pedagang agar menjaga kebersihan, menjaga higienitas makanan, dan memastikan takjil yang dijual aman serta layak konsumsi. Kita juga berharap perputaran ekonomi selama Rama­dan tetap hidup, UMKM tumbuh, dan masyarakat tetap punya ruang yang nyaman untuk berbelanja kebutuhan berbuka,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Khalid Zamri mengatakan jumlah kios Pasa Pabukoan tahun ini mengalami pengurangan dibandingkan tahun 2025. “Tahun ini kami menyiapkan 111 kios untuk pedagang. Dari jumlah itu, 91 pedagang sudah men­daftar melalui bidang pa­sar pada Dinas Koperasi dan UKM. Namun pada hari pertama peresmian, baru 81 pedagang yang hadir mengisi kios yang telah mereka pesan,” kata Khalid. Khalid menjelaskan pengurangan jumlah kios dilakukan menyesuaikan ketersediaan lahan serta kebutuhan penataan agar aktivitas jual beli tetap berjalan tertib dan nyaman. (uus)