AGAM, METRO— Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Bupati Agam Benni Warlis mengikuti rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam. Pertemuan tersebut berlangsung di Balerong Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Sabtu (21/2).
Rapat koordinasi ini membahas berbagai isu strategis daerah, mulai dari kebencanaan, infrastruktur, pertanian, perekonomian, pariwisata, hingga kesiapan menghadapi Idulfitri, termasuk upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.
Forum tersebut menjadi wadah penting untuk menyelaraskan program dan merumuskan langkah sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan serta percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam.
Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa Kabupaten Agam memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentral sektor penting di Sumatera Barat, baik dari sisi pertanian, jalur mobilitas, maupun wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
“Kabupaten Agam ini sangat strategis. Karena itu dibutuhkan komunikasi yang intens dan keseriusan bersama dalam menuntaskan berbagai persoalan, terlebih menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026,” ujar Mahyeldi.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pembangunan jalan tol Sicincin–Padang Panjang–Payakumbuh akan kembali dilanjutkan dan melintasi wilayah Agam. Proyek tersebut diyakini akan membuka aksesibilitas yang lebih baik di kawasan sekitar Kota Bukittinggi serta berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jika akses jalan, khususnya di sekitar Kota Bukittinggi, semakin baik, maka dampak ekonominya akan langsung dirasakan masyarakat Agam. Ini peluang besar yang harus kita siapkan sejak dini,” katanya.
Meski demikian, Mahyeldi mengingatkan bahwa Agam saat ini juga tengah menghadapi dampak bencana yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital, seperti jalan, jembatan, sektor pertanian, hingga fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, menurutnya, sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis memaparkan kondisi terkini pascabencana yang berdampak signifikan terhadap berbagai sektor. Ia menyebut, kerusakan tidak hanya terjadi pada jalan dan jembatan, tetapi juga pada jaringan irigasi, sanitasi, penyediaan air bersih, serta sarana pendidikan.
“Kerusakan infrastruktur ini sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana. Untuk itu, dukungan dan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat kami harapkan,” ungkap Benni Warlis.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran yang telah meluangkan waktu untuk melaksanakan rapat koordinasi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah provinsi. Semoga sinergi ini dapat mempercepat pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Agam,” katanya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyatukan arah kebijakan pembangunan antara provinsi dan kabupaten, sehingga berbagai persoalan strategis di Kabupaten Agam dapat ditangani secara terpadu, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Usai sesi pembukaan, rapat dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari masing-masing perangkat daerah serta diskusi mendalam antara jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam. Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, penguatan sektor pertanian dan perekonomian, peningkatan konektivitas wilayah, serta pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. (pry)






