BUKITTINGGI, METRO— Pengurus dan jemaah BKMT Kota Bukittinggi membangun satu unit Hunian Tetap (Huntap) bagi korban musibah galodo di Jorong Silungkang, Nagari Palembayan. Program ini menjadi hunian tetap pertama yang digagas BKMT di Sumatera Barat.
Untuk memantau langsung perkembangan pembangunan, sejumlah pengurus BKMT Kota Bukittinggi mendatangi lokasi pada Minggu (22/2). Pembangunan Huntap tersebut dilaksanakan oleh LAZ Ansharullah Peduli Negeri (ASHPEN) di bawah pimpinan Zulfamiadi.
Kedatangan rombongan disambut haru oleh keluarga penerima manfaat, Syaiful beserta keluarga. Didampingi mertua dan sanak saudara, mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian serta bantuan yang diberikan pengurus dan jemaah BKMT Kota Bukittinggi.
Musibah galodo yang melanda kawasan tersebut sebelumnya menghancurkan rumah keluarga Syaiful hingga tertimbun material. Istri dan anaknya bahkan sempat terseret arus sekitar 50 meter. Hingga kini, sang istri masih menjalani pemulihan akibat sakit, sementara anaknya mengalami cedera.
Ketua BKMT Kota Bukittinggi, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa pembangunan Huntap dilakukan melalui proses seleksi yang ketat dan koordinasi dengan berbagai pihak di tingkat jorong dan nagari.
“Pembangunan Hunian Tetap oleh BKMT Kota Bukittinggi bekerja sama dengan ASHPEN ini dilakukan setelah melalui seleksi yang sangat ketat. Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak di Jorong Silungkang dan Nagari Palembayan, terpilihlah keluarga Pak Syaiful sebagai penerima Huntap pertama BKMT Bukittinggi di Sumbar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syamsul Bahri mengajak jemaah BKMT dan umat Muslim untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadhan.
“Ramadhan adalah bulan berkah, bulan berlipat ganda nilai kebaikan. Kepada jemaah BKMT khususnya dan umat Muslim umumnya, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, dhuafa, dan korban musibah. Rumah Hunian Tetap yang dibangun ini adalah salah satu bukti nyata kepedulian tersebut,” tuturnya.
Ia juga berharap langkah BKMT Kota Bukittinggi dapat menginspirasi BKMT kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat untuk melakukan hal serupa. “Semoga akan lahir rumah-rumah Huntap berikutnya dari BKMT daerah lain di Sumatera Barat bagi korban musibah,” harapnya.
Sementara itu, pimpinan ASHPEN, Zulfamiadi, melaporkan bahwa proses pembangunan Huntap berjalan sesuai rencana. Ia optimistis hunian tersebut dapat rampung dan diserahkan kepada penerima manfaat pada momentum Nuzulul Qur’an mendatang.
Pembangunan Huntap ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga dakwah dan sosial dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian umat di Sumatera Barat. (pry)






