BERITA UTAMA

4 Keutamaan Ramadan yang Penting untuk Diketahui

5
×

4 Keutamaan Ramadan yang Penting untuk Diketahui

Sebarkan artikel ini
Ustadz Adi Hidayat

BULAN Ramadan me­ru­pakan salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam, penuh dengan keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lainnya. Ada beberapa keutamaan Ramadan yang penting untuk diketahui setiap muslim.

Pertama, melahirkan “Junnah” atau perisai dari setan. Salah satu ke­uta­maan Ramadan adalah pua­sa mampu menjadi “jun­nah”, yaitu perisai yang melindungi seorang hamba dari godaan setan.

Hal ini sejalan dengan hadits shahih Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Ash-shiyaamu junnatun” – Puasa adalah perisai.

Selain itu, perintah berpuasa telah dijelaskan da­lam Alquran Surah Al-Ba­qar­ah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Shiyaam atau puasa bukan sekadar menahan diri dari lapar dan haus, melainkan harus dilakukan dengan aturan dan ketentuan yang jelas, mencakup niat, waktu, dan amalan yang disertai kesungguhan.  Dengan demikian, puasa menjadi perisai spiritual yang efektif melindungi seorang muslim dari godaan dunia dan setan.

Keutamaan yang kedua yaitu pelipatgandaan pahala tanpa batas. Dalam Alquran Surah Al-An’am ayat 160, Allah SWT berfirman bahwa setiap kebaikan dibalas minimal sepuluh kali lipat.

Namun di bulan Ramadan, pahala tidak hanya terbatas pada sepuluh kali lipat. Allah berfirman melalui hadits: “As-shaum lii wa anaa ajzii bih” – Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.

Artinya, Allah SWT me­nen­tukan sendiri kadar pahala seorang hamba sesuai keikhlasan dan kesungguhan ibadahnya, sehingga tidak ada batas pasti bagi pahala yang dapat diraih selama Ramadan.

Ketutamaan ketiga,  am­punan dosa siang dan ma­lam. Ramadan juga me­rupakan bulan di mana ampunan Allah terbuka luas, baik di siang maupun malam hari. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesempatan untuk men­dapatkan ampunan ini sangat besar. Bahkan, me­reka yang melewatkan Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan digolongkan sebagai orang yang merugi.

Ketutamaan keempat dari Ramadan adalah doa hamba lebih mudah dikabulkan. Dalam Alquran Su­rah Al-Baqarah ayat 186, Allah­ SWT berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat; Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku.”

Selain itu, hadits juga menyebutkan tiga golongan yang doanya sulit ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi. Doa mereka diangkat ke langit dan Allah membukakan pintu-pintu langit untuk mereka.

Oleh karena itu, Rama­dan menjadi waktu yang paling tepat untuk memperbanyak doa, me­mo­hon ampunan, dan me­ningkatkan amal kebaikan. Dengan memahami ke­uta­maan-keutamaan ini, setiap muslim dapat menjalani bulan Ramadan dengan lebih khusyuk, ikhlas, dan penuh kesadaran spiritual.

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan emas untuk memperkuat iman, mendapatkan ampunan, dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. (*)