METRO SUMBAR

Waktu Berbuka Puasa, Momen Mustajab untuk Memanjatkan Doa

2
×

Waktu Berbuka Puasa, Momen Mustajab untuk Memanjatkan Doa

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Menyantap menu berbuka puasa.

BULAN suci Rama­dhan tidak hanya menjadi waktu menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbanyak doa. Salah satu waktu yang diyakini paling mustajab adalah saat berbuka puasa, ketika seorang hamba telah menuntaskan ibadah puasanya selama seharian penuh.

Dalam ajaran Islam, doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan ter­sendiri. Bahkan, doa yang dipanjatkan menjelang dan saat berbuka puasa disebut sebagai doa yang tidak tertolak oleh Allah SWT.

“Momen berbuka puasa merupakan waktu istimewa karena ibadah puasa telah disempurnakan. Pada saat itulah doa seo­rang hamba berada pada kondisi yang sangat dekat dengan pengabulan,” de­mikian dijelaskan dalam berbagai riwayat hadits.

Berbeda dengan waktu siang hari, di mana masih terdapat kemungkinan pu­a­sa seseorang batal, saat azan Magrib berkumandang ibadah puasa telah dinyatakan tuntas. Oleh sebab itu, waktu berbuka menjadi penanda keberhasilan menahan hawa naf­su sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang justru terburu-buru menyantap hidangan berbuka hingga melupakan doa. Padahal, berdoa sejenak sebelum menyuapkan makanan pertama men­jadi amalan yang sangat dianjurkan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa doa orang yang berpuasa, terutama saat berbuka, tidak akan ditolak. Hal ini menjadikan waktu berbuka sebagai kesempatan emas untuk memohon berbagai kebaikan, mulai dari kesehatan, kelapangan rezeki, ampunan dosa, hingga kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Selain sebagai waktu mustajab, doa berbuka puasa juga merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, nikmat makanan dan minuman terasa begitu berharga. Dengan berdoa, seorang Muslim mengakui bahwa seluruh rezeki ter­sebut semata-mata berasal dari Allah, bukan hanya hasil jerih payah manusia.

Puasa sendiri pada ha­kikatnya bukan sekadar me­nahan lapar dan haus, melainkan ibadah yang bertujuan membentuk kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan ketakwaan. Membaca doa saat berbuka menjadi pengingat bahwa aktivitas makan di waktu tersebut juga bernilai ibadah.

Amalan berdoa saat berbuka puasa juga merupakan bagian dari sunnah Rasulullah. Dengan mengamalkannya, umat Islam tidak hanya mengikuti teladan Nabi, tetapi juga berharap memperoleh pahala tambahan di bulan pe­nuh berkah ini.

Lebih dari itu, momen berbuka sering kali menjadi saat yang emosional dan penuh harapan. Di waktu tersebut, hati cenderung lebih lembut dan mudah khusyuk. Kondisi ini menjadikan doa lebih tulus dan mendalam, seolah menjadi ruang bagi seorang ham­ba untuk mencurahkan segala harapan dan kegelisahannya kepada Sang Pencipta.

“Berdoa saat berbuka bukan hanya rutinitas, tetapi sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT,” demikian pesan yang kerap disampaikan para ulama dalam me­nyambut Ramadhan.

Dengan memahami keutamaan tersebut, umat Islam diharapkan tidak melewatkan waktu berbuka puasa hanya sebagai momen makan, melainkan sebagai kesempatan emas untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*/rom)