AGAM, METRO— Bupati Benni Warlis melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Rabu (18/2), guna membahas pengusulan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam.
Dalam pertemuan tersebut, Benni Warlis bertemu dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (Dirjen PI) Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, bersama jajaran direktur terkait. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan dukungan pembiayaan untuk pembangunan serta rehabilitasi sejumlah infrastruktur vital yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Adapun usulan yang disampaikan meliputi perbaikan dan pembangunan kembali ruas jalan kabupaten yang terdampak banjir dan longsor, pembangunan jembatan gantung di wilayah terisolasi, rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, serta pemulihan sarana air bersih bagi masyarakat.
Benni Warlis menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari terganggunya mobilitas warga hingga distribusi hasil pertanian dan akses layanan dasar.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui skema penganggaran infrastruktur agar pemulihan jalan, jembatan gantung, irigasi, dan air bersih dapat segera direalisasikan. Ini menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Agam telah menyiapkan dokumen teknis beserta data pendukung yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam proses penganggaran di tingkat kementerian.
Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum menyambut positif usulan tersebut dan menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut sesuai dengan mekanisme serta prioritas pembangunan nasional yang berlaku.
Melalui pertemuan ini, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan ketahanan daerah terhadap risiko bencana ke depan semakin meningkat. (pry)






