METRO BISNIS

Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Warga, PLN dan Wali Kota Padang Resmikan Desa Siaga Bencana Pertama di Kota Padang

0
×

Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Warga, PLN dan Wali Kota Padang Resmikan Desa Siaga Bencana Pertama di Kota Padang

Sebarkan artikel ini

Padang, Sumatera Barat — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) meresmikan Program Desa Siaga Bencana di Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara, Rabu (12/2). Program ini menjadi Desa Siaga Bencana pertama di Kota Padang dan merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN untuk memperkuat mitigasi serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko gempa bumi dan tsunami.

Peresmian yang digelar di Kantor Kelurahan Ulak Karang Selatan tersebut dihadiri Wali Kota Padang, Manager PLN UPP Sumbagteng 2, Kepala BPBD Kota Padang, Camat Padang Utara, Lurah Ulak Karang Selatan Fitriani, serta perwakilan Daulat Institute dan Masyarakat Kelurahan Ulak Karang Selatan.

Manager PLN UPP Sumbagteng 2, Iwan Arif Setiyawan dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan ketangguhan masyarakat menjadi bagian penting dari komitmen PLN di wilayah operasionalnya.
“Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial masyarakat agar mampu merespons risiko bencana secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, Kota Padang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami sehingga penguatan sistem mitigasi berbasis komunitas menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan peralatan, tetapi juga kesadaran kolektif, kedisiplinan, serta kemampuan bertindak cepat dan tepat saat kondisi darurat.

Program Desa Siaga Bencana ini dirancang dengan pendekatan penguatan sistem dan sumber daya manusia. Intervensi yang dilakukan meliputi pembentukan dan pelatihan Tim Siaga Bencana, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan peta jalur evakuasi, pemasangan rambu, penyediaan peralatan darurat, perbaikan akses evakuasi, hingga pelaksanaan simulasi kebencanaan secara berkala. Sebanyak 120 warga terlibat langsung sebagai penerima manfaat sekaligus bagian dari sistem kesiapsiagaan kelurahan.

Sebagai dukungan konkret, PLN juga menyerahkan perlengkapan siaga bencana berupa perahu karet lengkap dengan dayung dan pompa, jaket pelampung, sepatu boot, handy talky, kotak P3K, serta lampu sorot untuk mendukung respons cepat di lapangan. Program ini juga dilengkapi Posko Siaga Bencana permanen yang berfungsi sebagai pusat koordinasi dan informasi saat kondisi darurat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi kontribusi PLN dalam memperkuat ketangguhan masyarakat pesisir yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
“Dalam situasi darurat, masyarakat sekitar adalah pihak pertama yang hadir sebelum aparat tiba. Karena itu, peningkatan kapasitas warga melalui pelatihan dan pembentukan tim siaga sangat strategis. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperluas agar kesiapsiagaan menjadi gerakan bersama,” kata Fadly.

Melalui peresmian Desa Siaga Bencana pertama ini, PLN dan Pemerintah Kota Padang berharap model penguatan mitigasi berbasis komunitas dapat dikembangkan di wilayah lain. Dengan sistem yang lebih terstruktur, posko permanen, serta partisipasi aktif warga, kawasan pesisir tersebut diharapkan semakin tangguh menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah, Hendro Prasetyawan, dalam keterangan yang disampaikan secara terpisah, mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif warga Kelurahan Ulak Karang Selatan dalam menyukseskan program tersebut.
“Antusiasme dan semangat gotong royong warga Ulak Karang Selatan menjadi energi utama dalam membangun ketangguhan bersama. Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Kami melihat komitmen yang kuat dari warga untuk belajar, berlatih, dan siap siaga menghadapi potensi bencana,” ujar Hendro.

Ia menegaskan, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.
“Ketangguhan tidak dibangun dalam satu kegiatan, tetapi melalui proses yang berkelanjutan. Kami berharap Desa Siaga Bencana ini menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga semakin banyak komunitas yang siap, tanggap, dan tangguh menghadapi risiko bencana,” kata Hendro.

Dengan diresmikannya Desa Siaga Bencana pertama di Kota Padang ini, kolaborasi antara PLN, Pemerintah Kota Padang, dan masyarakat tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjadi langkah nyata membangun sistem mitigasi yang terstruktur dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan memperkuat fondasi ketangguhan masyarakat pesisir dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami, sekaligus menjadi model sinergi lintas sektor dalam pengurangan risiko bencana di daerah rawan bencana di Indonesia.(*)