PASARRAYA, METRO – Sejak awal Ramadhan hingga Selasa (7/5), harga ayam belum mengalami penurunan. Saat ini ayam potong masih dibandrol dengan harga Rp29 ribu per kg.
Salah seorang pedagang ayam di los ayam Pasar Raya Padang, Edi Prima menyebutkan, untuk satu ekor ayam dengan berat 1,5 kg, saat ini dijual dengan harga Rp39 ribu. Dalam kondisi biasa hanya sekitar32 ribu per ekor.
Akibat masih tingginya harga ayam, daya beli diakuinya menurun. Apalagi selama Ramadhan, penurunan daya beli bahkan dirasa sampai 40 persen jika dibandingkan dengan daya beli pada hari-hari biasa. “Daya beli masyarakat kurang. Sementara harga ayam tetap mahal,” tegasnya.
Saat ini terang Edi, distribusi ayam potong masih bersifat monopoli. Ayam dipasok oleh perusahaan inti. Kemudian harga ditentukan. Meski pasokan cukup, harga tetap tinggi. “Sistem monopoli ini yang membuat harga ayam tak bisa diintervensi,” sebutnya.
Ia berharap ada sikap dari OPD terkait agar menetralkan harga ayam seperti semula. Pedagang lainnya, Rajabman mengatakan, tingkat konsumsi ayam pada saat Ramadhan dibandingkan dengan hari biasa, jauh berkurang. Pengurangan bisa diangka 40 persen.
“Meski banyak yang jual pabukoan, tapi daya beli tetap kurang dari hari biasa,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang yang juga memiliki bidang peternakan, Syaiful Bahri mengatakan, pihaknya akan segera mencek stok ayam serta harganya. Jika menang ada “permainan” dari sejumlah pihak, maka akan melakukan tindakan bersama KPPU.
Menurut Syaiful, range harga ayam potong sudah diatur. Kalaulun ada kenaikan pada awal Ramadhan, itu adalah hal yang biasa. Tapi biasanya sebut dia, harga akan kembali stabil setelah memasuki Ramadhan dan akan naik lagi saat mendekati lebaran.
“Kita akan cek dulu stok dan harga. Kalau ada yang sengaja permainkan harga, kita akan lakukan tindakan,” sebut Syaiful Bahri. (tin)





