SOLOK, METRO— Menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan pendidikan politik dan kepemimpinan bagi pemilih pemula, Wakil Bupati Solok, Candra, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan demokrasi Indonesia. Dalam pemikirannya, mewarisi nilai luhur, nenghadapi tantangan global dengan integritas dan inovasi, Ia menekankan bahwa sejarah selalu menunjukkan pemuda sebagai kekuatan perubahan. Termasuk melalui kisah perjuangan Ashabul Kahfi yang berani melawan kezaliman penguasa pada masanya. “Generasi muda harus menjadi pemilih yang rasional, bukan emosional. Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi jalan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan tegaknya hukum,” ujarnya dihadapan peserta.
Bahakan Candra juga mengingatkan agar pemilih pemula mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan di media sosial. “Gunakan teknologi sebagai alat untuk belajar, membangun kapasitas diri, dan berkontribusi bagi daerah. Jadilah generasi profesional di bidangnya yang memiliki integritas dan inovasi,” pesannya.
Sementara dalam kegiatan itu Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PKS, Nurfirmanwansyah, menyampaikan bahwa masa depan demokrasi Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, berada di tangan generasi muda saat ini.
Ia menilai kegiatan pendidikan politik bagi pemilih pemula sangat strategis untuk menekan angka golput dan meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam pemilu. “Literasi politik dan literasi digital menjadi kunci keberhasilan generasi muda ke depan. Jika tidak beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi, kita akan tertinggal sementara yang lain melaju lebih cepat,” ungkapnya.
Menurutnya, pemilih pemula harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi pemilih cerdas, kritis, dan menolak praktik-praktik politik tidak sehat seperti politik uang (money politics).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Idea Corner Management sebagai penyelenggara teknis pelatihan. Selain menghadirkan materi motivasi dan wawasan kebangsaan, peserta juga dibekali keterampilan praktis terkait keamanan data pribadi, kecerdasan bermedia sosial, serta cara mengantisipasi penipuan dan dampak negatif teknologi digital.
Pelatihan turut dilengkapi dengan kegiatan outbound untuk melatih kebersamaan, kepemimpinan, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi pemilih pemula yang memiliki kesadaran politik tinggi, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan demokrasi dan pembangunan daerah. (vko)






