METRO SUMBAR

DPN RI Bidang Geoekonomi Gelar Forum Strategis, Perkuat Pemulihan Sumbar Berbasis Ketahanan Nasional

2
×

DPN RI Bidang Geoekonomi Gelar Forum Strategis, Perkuat Pemulihan Sumbar Berbasis Ketahanan Nasional

Sebarkan artikel ini
FORUM STRATEGIS— Dewan Pertahanan Nasional Republik Indonesia (DPN RI) Bidang Geoekonomi, menggelar Forum Diskusi Pemulihan Pascabencana Sumatera Barat. Forum ini menjadi wadah strategis untuk membedah arah pemulihan wilayah secara komprehensif dengan mengintegrasikan perspektif ekonomi, sosial, dan ketahanan wilayah.

PADANG, METRO— Dewan Pertahanan Nasional Republik Indonesia (DPN RI) Bidang Geoe­konomi menggelar Forum Diskusi Pemulihan Pascabencana Sumatera Barat pada Rabu (11/2) di Pangeran Beach Hotel, Kota Padang. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mem­bedah arah pemulihan wilayah secara komprehensif dengan mengintegrasikan perspektif eko­nomi, sosial, dan ketahanan wilayah.

Dipimpin langsung oleh Dr. Yayat Ruyat, M.Eng selaku pimpinan DPN RI Bi­dang Geoekonomi, diskusi ini bertujuan menyatukan visi antara pemerintah pusat dan daerah. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Tenaga Ahli Muda DPN RI, Kolonel Sus Revilla Oulina, M.M.Pd., M.Si.

Kegiatan ini mengha­dirkan narasumber kunci dari jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, di antaranyaKepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Su­matera Barat, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga  Panwaslu Sosialisasikan Pengawasan Pilkada

Hadirnya Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sum­bar, Prof. H. Fauzi Bahar, memberi warna ter­sendiri dalam diskusi. Ke­terlibatan tokoh adat menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di Su­matera Barat tidak bisa hanya mengandalkan pen­dekatan teknokratis, melainkan harus berbasis pada fondasi sosial dan kearifan lokal yang selama ini menjadi akar ketahanan masyarakat Minangkabau.

Dalam pemaparannya, Dr. Yayat Ruyat menegaskan bahwa bencana bukan hanya masalah fisik, melainkan tantangan nyata terhadap stabilitas eko­nomi dan ketahanan wi­layah.

“Pemulihan daerah ra­wan bencana seperti Sumatera Barat harus di­rancang agar daerah tidak sekadar kembali ke kondisi semula, tetapi menjadi jauh lebih tangguh (build back better) dalam menghadapi risiko di masa de­pan,” ujar Yayat.

Baca Juga  Ketua DPRD Kunjungi Sejumlah Proyek Pembangunan, Rekanan Diminta Segera Kebut Pekerjaan

Senada dengan hal ter­sebut, Kolonel Sus Revilla Oulina menyoroti pentingnya integrasi mitigasi bencana ke dalam sistem ke­tahanan nasional nonmiliter. Menurutnya, dialog terbuka seperti forum ini merupakan kunci untuk memperkaya perumusan kebijakan negara yang lebih aplikatif.

Diskusi berlangsung dua arah dengan keterlibatan aktif dari berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, akademisi, mahasiswa, hingga pelaku UMKM dan koperasi. Partisipasi ini memastikan bahwa rekomendasi yang lahir nanti­nya benar-benar menja­wab kebutuhan nyata ma­syarakat di lapangan.

“Melalui forum ini, DPN RI menegaskan posisinya bahwa Sumatera Barat adalah wilayah strategis yang memerlukan pendekatan pemulihan terpadu. Hasil dari diskusi ini diharapkan segera menjadi rekomendasi kebijakan yang kon­kret, berkelanjutan, dan dapat diimplementasikan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah,” sebutnya. (ped)