PAYAKUMBUH/50 KOTA

P2TP2A Miliki Peran dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

2
×

P2TP2A Miliki Peran dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
TEKEN SK PELANTIKAN—Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menandatangani SK pelantikan Tim Pembina Posyandu Kota Payakumbuh.

POLIKO, METRO— Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melantik Tim Pembina Posyandu Kota Payakumbuh, Pengurus Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Tim Penggerak PKK, serta TP Posyandu Kecamatan se-Kota Payakumbuh di Aula Josrizal Zein, Lantai 3 Balai Kota, Kamis (12/2). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching Posyandu enam Bidang SPM dan Pekan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026. Dalam sambutannya, Zulmaeta mengatakan pelantikan TP Posyan­du Kota Payakumbuh periode 2025–2029 serta laun­ching Posyandu enam Bidang SPM merupakan langkah maju dalam mem­perluas dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah berkembang melalui e­nam bidang meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. “Kami berharap Tim Pembina mampu mendorong inovasi pe­layanan, meningkatkan ku­alitas layanan kesehatan masyarakat, serta men­jadi motor penggerak partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Launching Posyandu enam Bidang SPM dan Pekan Posyandu Bidang Ke­sehatan Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong serta penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung pekan Posyandu dengan tema “Posyandu Hebat, Keluarga Kuat, Sumatera Barat Sehat.”

Baca Juga  Jalani Operasi Pasang Pen Pakai JKN, Rijal Dapatkan Pelayanan Berkualitas

Menurutnya, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen dan cita-cita bersama untuk mewujudkan masyarakat Payakumbuh yang lebih sehat dan berkualitas. Selain itu, Zulmaeta juga menyoroti peran penting P2TP2A sebagai garda terdepan dalam perlindungan perempuan dan anak. Ia menyampaikan capa­ian tahun 2025, di mana P2TP2A telah menangani 33 kasus anak dan 24 kasus perempuan, dengan kasus terbanyak adalah KDRT, diikuti kekerasan seksual dan penelantaran. “Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak perempuan dan anak yang membutuhkan perlindu­ngan serta pendampingan kita,” lanjutnya.

Menutup arahannya, Zulmaeta menekankan sinergi antara TP PKK dan TP Posyandu Kecamatan agar dapat semakin me­ningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pem­bangunan berbasis keluarga. “Kolaborasi lintas sektor serta peran aktif seluruh pengurus sa­ngat penting agar tugas dan fungsi dapat dijalankan secara maksimal, profesional, dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Payakumbuh yang juga Ketua TP Posyandu dan Ketua P2TP2A Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pe­layanan berbasis ma­sya­rakat sekaligus titik temu utama antara pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan layanan da­sar.  “Keberhasilan Posyandu tidak hanya bergantung pada tenaga ke­sehatan dan kader, tetapi juga dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif seluruh elemen ma­sya­rakat,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor

Ia menjelaskan Pemko Payakumbuh terus mendorong penguatan Posyandu melalui transformasi layanan terpadu sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu berbasis Standar Pelayanan Minimal atau Posyandu enam SPM. “Dengan pendekatan ini, Posyandu tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat layanan dasar masyarakat secara me­nyeluruh,” katanya.

Eni juga menyoroti da­ta kasus tahun 2025 yang menunjukkan masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Pencegahan harus di­per­kuat melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan ketahanan keluarga. Kita tidak boleh lengah,” tambahnya. (uus)