BERITA UTAMA

Hujan Deras Terjang Agam, Banjir dan Longsor Paksa 170 KK Mengungsi

5
×

Hujan Deras Terjang Agam, Banjir dan Longsor Paksa 170 KK Mengungsi

Sebarkan artikel ini
BANJIR— Hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga malam, Rabu (11/2) membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Agam diterjang banjir dan longsor hingga membuat ratusan KK diungsikan. Selain itu, dua jembatan darurat juga hanyut terbawa arus sungai.

AGAM, METROCurah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Rabu (11/2) siang hingga malam memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, khu­sus­nya di Kecamatan Tanjung Raya. Akibat kejadian tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Banjir merendam belasan rumah warga di Sungai Asam, Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya. Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 hingga 80 sentimeter setelah Sungai Batang Asam meluap.

Kapolsek Tanjung Ra­ya, AKP Muzakar, mengatakan banjir tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga merusak perabotan rumah tangga.

“Banjir menggenangi rumah warga dan merendam perabotannya,” ujar Muzakar di Lubuk Basung, Kamis (12/2).

Ia menjelaskan, tim gabungan dari berbagai unsur langsung diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir, mengingat arus air cukup deras.

“Evakuasi masih berlangsung dan warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di kawasan Pasar Rabaa. Jumlah warga terdampak masih dalam pendataan,” katanya.

Menurut Muzakar, hujan deras yang turun sejak siang hingga sore hari menyebabkan debit air Sungai Batang Asam meningkat tajam hingga meluap ke permukiman dan ruas jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, menyebutkan banjir di kawasan tersebut kerap terjadi saat hujan deras melanda. Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di kawasan Air Tigo Raso, Kecamatan Tanjung Raya, yang menimbun badan jalan penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi.

Baca Juga  Tabrakan Beruntun Libatkan 7 Kendaraan, Sopir dan Penumpang Luka-luka

“Kami sudah menurunkan petugas ke lokasi untuk membantu evakuasi warga. Namun di perjalanan, akses jalan tertutup material longsor,” ujar Rahmat.

Ia mengimbau masya­rakat agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

“Selain mengamankan diri, warga juga diimbau menyelamatkan barang-barang berharga agar ti­dak rusak akibat banjir,” katanya.

BPBD Agam mencatat, sebanyak 170 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Tanjung Raya.

“Sebanyak 170 KK me­ngungsi ke SD, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga,” kata Rahmat.

Ratusan jiwa tersebut tersebar di beberapa nagari, di antaranya 90 KK di Nagari Koto Kaciak dan 50 KK di Nagari Sungai Batang. Rumah mereka terendam banjir setinggi 40 hingga 60 sentimeter akibat meluapnya Sungai Asam dan Sungai Tumayo.

Saat ini, kondisi banjir mulai surut dan sebagian warga telah kembali ke rumah untuk membersihkan sisa material banjir. Namun, di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, sebanyak 30 KK masih mengungsi akibat tanah longsor.

“Mereka dievakuasi oleh­ tim gabungan dari BPBD Agam, Polres Agam, PMI, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta masyarakat,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, longsor juga menimbun tiang listrik sehingga menyebabkan pemadaman listrik di sekitar lokasi. Selain itu, satu unit mobil minibus ikut tertimbun material longsor. Beruntung, sopir dan satu penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kejadian.

Material longsor menutup ruas jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi se­panjang sekitar 50 meter dengan ketinggian timbunan mencapai 1,5 meter.

Baca Juga  Balita 1,5 Tahun Ditemukan Mengambang di Kolam Ikan

“Pembersihan material longsor sedang dilakukan dengan mengerahkan alat berat,” kata Rahmat.

Curah hujan tinggi juga menyebabkan Sungai Batang Balok meluap setelah dam sementara di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, bobol. Akibatnya, air menggenangi ruas jalan Maninjau–Sungai Batang serta SDN 09 Bancah. Warga setempat berupaya melakukan penanganan darurat dengan memasang dam manual menggunakan ba­tu dan kayu.

Selain itu, banjir juga merendam dua rumah warga di Siguhung, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, akibat meluapnya Sungai Batang Siguhung.

Di Kecamatan Palembayan, dua jembatan darurat hanyut diterjang derasnya arus Sungai Batang Nangang pada Rabu ma­lam.

“Dua jembatan darurat yang dibangun dari batang pohon kelapa hanyut terbawa arus sungai yang cukup besar,” ujar Rahmat.

Kedua jembatan tersebut berada di sekitar Mas­jid Syuhada yang menghubungkan Sawah La­weh–Kampuang Pili serta di Jorong Subarang Aia yang menghubungkan Koto Alam–Subarang Aia. Jembatan tersebut sebelumnya dibangun pascabanjir bandang pada akhir November 2025.

Kepala Jorong Su­ba­rang Aia, Irlan, me­nye­butkan warga kini terisolasi karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghu­bung.

“Jembatan darurat itu akses utama warga untuk membawa hasil pertanian, perkebunan, dan anak-anak ke sekolah. Saat ini Polri sedang membangun jembatan Bailey,” katanya.

Diketahui, Kecamatan Palembayan sebelumnya pernah dilanda banjir bandang besar yang me­nye­babkan 146 orang meninggal dunia, 32 orang hilang, serta merusak ratusan rumah dan lahan pertanian. (pry)