Oleh: Muhammad Mahzum, S.Kom, MM dan Yuli Angraini, SE, MM
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat khususnya generasi penerus bangsa. Adapun materi dari pelatihan ini adalah “Implementasi Nilai-nilai Asmaul Husna Al Baqi Bagi Pendidik Dilingkungan Guru Raudhatul Athfal Guna Mewujudkan Siswa Yang Berakhlaqul Karimah”, oleh Muhammad Mahzum, S.Kom, MM dan Yuli Angraini, SE, MM, Dosen Unversitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 06 Februari 2026 yang bertempat di RA Ashhabul Kahfi Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala RA Ashhabul Kahfi Ibu Inawati, S.Pd., M.Pd, Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Padang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Ardaleny, SE selaku Bendahara, Ketua Kelompok Kerja Guru Wilayah 2 Ibu Ari Irawanti, S.Psi, serta dihadiri juga oleh Pengawas Raudhatul Athfal yakni Ibu Ikrimah, S.Ag, M.Pd, dan Ibu Asmidar, S.Ag, M.Pd.
Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidik dalam tugasnya melaksanakan proses belajar mengajar melalui penerapan sistem pembelajaran yang terarah, interaktif, dan berkelanjutan. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap utama: (1) penyusunan dan penerapan sistem pembelajaran pengenalan nilai-nilai Zat yang Maha Kekal jenjang kemampuan siswa, (2) pelatihan metode pembelajaran interaktif bagi pengajar dan siswa, serta (3) pendampingan dan evaluasi terhadap capaian pengenalan dan pemahaman terhadap Allah sebagai Zat yang Maha Kekal oleh siswa. Pendekatan ini menggabungkan unsur edukatif, partisipatif, dan aplikatif yang sesuai dengan kebutuhan mitra.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan para pendidik memahami dan mengenal serta mengajarkan nilai-nilai yang terkadung di dalam Asmaul Husna Al Baqi sehingga dapat mewujudkan siswa yang berakhlaqul karimah, tersusunnya sistem pembelajaran yang terstandard, serta terbangunnya semangat keilmuan dan religiusitas berbasis IPTEK. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam membina generasi Qur’ani yang berdaya saing. (*)






