PADANG, METRO – Menjelang Bulan Ramadan, PT Pertamian (Persero) mulai menyiapkan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang hingga Lebaran diprediksi akan meningkat signifikan. PT Pertamina (Persero) memastikan kebutuhan stok BBM, baik jenis gasoline atau bensin, Pertamina Dex hingga solar serta avtur menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Kenaikan kebutuhan diprediksi akan mencapai 15 persen.
Hal itu diungkapkan manajemen PT Pertamina (Persero) dalam konferensi pers, Senin (29/4) di Hotel Borobudur, Jakarta. Kenaikan konsumsi BBM diprediksi akan meningkat selama 15 hari-22 hari kerja Satgas Pertamina.
”Rata-rata kalau mudik itu yang dipakai kendaraan menggunakan gasoline atau bensin. Sehingga cukup signifikan kenaikan ini sudah direncanakan di internal Pertamina. Karena sudah rutinitas tahunan. Apapun kami lakukan agar mudik nyaman,” kata SPV Retail Marketing Business PT Pertamina Persero, Jumali.
Fajriyah Usman VP Corporate Communication, Jumali – SVP Retail Marketing Business, Faris Aziz – VP Supply & Distribution, Eldi Hendry – VP Industrial Fuel Marketing dalam jumpa pers kesiapan PT Pertamina menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri 2019 ( Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Angka kebutuhan bensin per hari selama ini mencapai 120 ribu kiloliter (KL). Sedangkan untuk puncak arus mudik diperkirakan bisa mencapai 137 ribu KL per hari.
”Kebutuhan gasoline 120 ribu per day. Kalikan saja 15 hari kerja. Kami siapkan 15 persen kenaikan dari angka itu. Nanti naiknya berapa, tetap kami penuhi. karena berapapun kenaikan stok akan tetap kami penuhi,” jelasnya.
Jumali menjelaskan angka kenaikan 15 persen disebabkan karena Kementerian Perhubungan sudah mengestimasi kenaikan jumlah pemudik sebesar 13 persen. Sedangkan kenaikan konsumsi tahun 2018 mencapai 10 persen dari rata-rata kebutuhan harian.
”Tahun lalu itu peningkatannya sebesar 10 persen. Khusus gasoline pertamax CS. Kenapa tahun ini kami siapkan 15 persen? Karena estimasi Kemenhub, tahun ini pemudik naik 13 persen. Jadi supaya aman makanya kami siapkan stok yang lebih besar. Sehingga kalau memang peningkatannya melebihi tahun lalu sudah tercover,” jelasnya. (jpc)





