PAYAKUMBUH/50 KOTA

Bunga Bangkai Tumbuh di Tepi Sungai Jorong Subakaduang

7
×

Bunga Bangkai Tumbuh di Tepi Sungai Jorong Subakaduang

Sebarkan artikel ini
TUMBUH MEKAR—Bunga bangkai tumbuh mekar Sungai di Jorong Sibaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bunga “Bangkai” atau nama kerennya Rafflesia Arnoldii tumbuh subur ditepi Sungai di Jorong Sibaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Bunga ber­ukuran sekitar 50 sentimeter itu ditemukan sekitar empat hari lalu oleh seorang warga yang tengah mencari cendawan (jamur) di kawasan tersebut.

Kepala Jorong Subaladuang, Suryadi, menga­takan bunga bangkai tersebut pertama kali dite­mukan secara tidak sengaja oleh warga saat menyusuri pinggiran sungai yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.

“Memang pada awalnya ditemukan warga yang hendak mencari cendawan. Saat itulah ia melihat bunga bangkai jenis Rafflesia arnoldii di pinggir sungai,” cerita Suryadi.

Baca Juga  50 Orang Pelaku UMKM Ikuti Bimtek Pembuatan Konten

Dikatakannya, setelah menemukan bunga langka tersebut, warga sempat merekam video dan mengunggahnya ke media sosial. Keesokan harinya, warga tersebut melapor kepada Jorong.

“Setelah dilaporkan, kami langsung turun ke lokasi untuk melihat secara langsung. Posisinya tepat di dinding sungai dan tempatnya cukup tersembunyi serta jauh dari jangkauan,” jelasnya.

Suryadi menyebutkan, bunga tersebut memiliki diameter sekitar 50 sentimeter. Namun saat ini kondisinya sudah mulai layu dan terlihat meng­hitam. “Mungkin sudah selesai mekar, dan seka­rang bunganya sudah mulai layu. Kemungkinan sudah beberapa hari mekar sebelum ditemukan,” katanya.

Baca Juga  Payakumbuh Raih Opini WTP dari BPK Tanpa Catatan

Ia juga menambahkan, penemuan Rafflesia arnoldii di wilayah tersebut bukan yang pertama kali. “Dulu juga pernah ditemukan bunga yang sama, tapi itu waktu saya masih kecil,” ceritanya lagi.

Ia menambahkan dengan ditemukannya kembali bunga langka ini, masyarakat diharapkan dapat menjaga dan tidak merusak habitat alaminya, mengingat lokasi tumbuhnya berada di kawasan yang masih alami dan tersembunyi di tepian sungai. “Kalau masyarakat yang datang untuk melihat tidak banyak, karena letaknya jauh didekat hutan dan ladang masyarakat,” ucapnya. (uus)