METRO SUMBAR

Bupati Welly Tegur Keras Gaya Kerja ASN, Disiplin Kerja Dinilai Masih Lemah

1
×

Bupati Welly Tegur Keras Gaya Kerja ASN, Disiplin Kerja Dinilai Masih Lemah

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Bupati Pasaman, Welly Suhery, berikan arahan saat acara coffee morning bersama seluruh camat dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Pasaman di Balerong Anak Nagari, Senin (9/2).

SAWAHLUNTO, METRO-Bupati Pasaman Welly Suhery, menyoroti serius tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan coffee morning bersama seluruh camat dan kepala Organisasi Pe­rangkat Daerah (OPD) se-Pasaman di Balerong Anak Nagari, Senin (9/2).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Bupati Parulian dan Sekretaris Daerah Yudesri tersebut, Bupati Welly menegaskan bahwa masih ditemukan ASN yang kerap datang terlambat bahkan tidak hadir pada jam kerja. “ASN jangan hanya sekadar datang lalu absen. Mereka harus bekerja de­ngan sepenuh hati untuk pemerintahan dan ma­syarakat. Fakta di lapa­ngan, masih ada yang sering terlambat dan tidak masuk kerja,” tegas Welly.

Ia menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk memperketat pengawasan kedisiplinan pegawai, mulai dari tingkat pimpinan hingga unit pelayanan pa­ling bawah. “Dari puskesmas hingga ke polindes, pantau kehadiran. Kedisiplinan itu penting dan harus dimulai dari pimpinan,” ujarnya dengan nada serius.

Baca Juga  Sambut Ramadan 1445 Hijriyah, Bupati Hadiri Tabligh Akbar di Bulan Sarik

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman, Parulian, menegaskan bahwa kedi­siplinan ASN merupakan bagian dari semangat Pasaman Bangkit. Menurutnya, kebangkitan daerah tidak akan terwujud jika aparatur masih bekerja setengah hati. “Pasaman Bangkit itu artinya ASN juga harus bangkit. Bekerja serius dan tunjukkan perubahan nyata dalam ki­nerja,” kata Parulian.

Ia meminta kepala OPD dan camat untuk aktif memantau dan membina jajarannya agar disiplin menjadi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.

Senada, Sekretaris Daerah Pasaman, Yudesri, mengungkapkan bahwa dari hasil evaluasi internal menunjukkan masih adanya ASN yang sering tidak hadir tanpa alasan jelas. Kondisi ini, menurutnya, akan menjadi catatan pen­ting dalam penilaian kinerja. “Atasan harus melakukan pengecekan berkala dan evaluasi terhadap ASN yang malas dan se­ring tidak masuk kerja. Penilaian harus objektif,” tegas Yudesri.

Baca Juga  Honda Kenalkan Rambu Lalu Lintas pada Anak Usia Dini

Namun demikian, ia juga mengingatkan agar pimpinan tidak bersikap sewenang-wenang dalam menilai bawahan. “Jangan terlalu subjektif hingga terkesan menganiaya ba­wahan. Ciptakan iklim kerja yang sehat dan profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesalahan bawahan sebaik­nya langsung ditegur agar tidak menumpuk dan berujung sanksi berat. “Jangan menabung kesalahan. Kalau ada pelanggaran, langsung ditegur supaya jadi evaluasi cepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Pasaman, Des­win, menyampaikan bahwa kebangkitan ASN harus diawali dengan penegakan disiplin yang konsisten. Pihaknya saat ini tengah menyiapkan sistem aplikasi pencatatan kehadiran yang lebih ketat bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika. “Kami akan memperkuat sistem absensi berbasis aplikasi. Ini langkah awal untuk membangun disiplin ASN,” jelas Deswin. (ped/rel)