INTER MILAN tampil perkasa saat bertandang ke Stadion Mapei, markas Sassuolo, Senin (9/2). Nerazzurri menang telak 5-0 dan semakin mengukuhkan posisi mereka di papan atas klasemen Serie A, sekaligus menghadirkan sejumlah catatan impresif bagi para pemainnya.
Sejak menit awal, Inter langsung mengambil inisiatif serangan. Gol pembuka tercipta cepat pada menit ke-11 lewat sundulan Yann Bisseck. Bek asal Jerman itu menyambut sepak pojok Federico Dimarco tanpa kawalan berarti dan mengarahkan bola ke tengah gawang Arijanet Muric.
Sassuolo berusaha merespons. Andrea Pinamonti sempat mengancam gawang Yann Sommer, namun refleks sang penjaga gawang membuat Inter tetap mempertahankan keunggulan.
Tekanan Inter kembali membuahkan hasil pada menit ke-28. Melalui skema serangan balik cepat, Marcus Thuram sukses menggandakan skor menjadi 2-0 setelah menerima umpan matang dari Dimarco.
Tuan rumah sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-41 melalui Kristian Thorstvedt. Namun, setelah peninjauan VAR, gol tersebut dianulir karena Armand Lauriente lebih dulu berada dalam posisi offside. Skor 2-0 untuk Inter bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi Inter semakin tak terbendung. Pada menit ke-50, kapten Lautaro Martinez mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan akurat ke pojok bawah gawang, memperlebar keunggulan menjadi 3-0 sekaligus menegaskan ketajamannya musim ini.
Tiga menit berselang, Manuel Akanji mencetak gol perdananya untuk Inter melalui sundulan jarak dekat, membuat skor berubah menjadi 4-0. Situasi semakin berat bagi Sassuolo setelah Nemanja Matic diganjar kartu merah pada menit ke-55 akibat pelanggaran keras, memaksa tim tuan rumah bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain membuat Inter semakin leluasa mengontrol pertandingan. Pesta gol akhirnya ditutup oleh Luis Henrique pada menit ke-88 lewat sepakan kaki kanan yang bersarang di pojok kiri atas gawang. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Henrique sejak bergabung dari Marseille pada pertengahan 2025.
Skor 5-0 bertahan hingga laga usai. Ini menjadi kemenangan tandang kedelapan beruntun Inter yang kini mengoleksi 58 poin.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, memuji kedewasaan timnya dalam menghadapi tekanan, termasuk saat Sassuolo sempat memberi perlawanan di babak pertama.
“Kemenangan ini saksi pertumbuhan kami. Kami mampu menyerap intensitas lawan dan menyerang secara klinis di saat yang tepat. Tim ini semakin dewasa dalam beradaptasi dengan momen pertandingan,” ujar Chivu, dikutip dari situs resmi klub.
Sebaliknya, pelatih Sassuolo Fabio Grosso mengakui timnya kalah kualitas, terutama setelah kartu merah di awal babak kedua.
“Kami tahu kami menghadapi lawan level tertinggi. Kami sempat menunjukkan performa yang berani selama 45 menit pertama, tetapi di awal babak kedua kami tidak cukup baik dan melakukan kesalahan yang biasanya tidak kami lakukan,” kata Grosso.
Secara statistik, Sassuolo memang kesulitan mengimbangi permainan Inter. Mereka hanya mencatatkan 39 persen penguasaan bola, enam tembakan, dan satu yang tepat sasaran.
Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang tampil di lini pertahanan Sassuolo, mencoba membantu serangan dengan satu tembakan meski tidak mengarah ke gawang. Ia juga tercatat sekali terjebak offside. Meski timnya kebobolan lima gol, Idzes bermain disiplin tanpa melakukan pelanggaran ataupun menerima kartu.
Namun, upaya tersebut belum cukup untuk meredam agresivitas Nerazzurri yang tampil superior sepanjang laga dan kembali menegaskan diri sebagai kandidat kuat peraih Scudetto musim ini. (*/rom)






