LIVERPOOL harus menelan kekalahan pahit saat menjamu Manchester City di Anfield, Minggu (8/2). Sempat unggul lebih dulu, The Reds akhirnya tumbang 1-2 setelah drama menegangkan di menit-menit akhir pertandingan.
Sejak awal laga, kedua tim tampil agresif dan saling menekan. Namun rapatnya lini pertahanan serta aksi gemilang Alisson Becker di bawah mistar membuat babak pertama berakhir tanpa gol.
Kebuntuan baru terpecah pada menit ke-74. Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang meluncur ke pojok kanan bawah gawang Gianluigi Donnarumma. Gol tersebut sempat membangkitkan optimisme publik Anfield bahwa tiga poin akan tetap berada di Merseyside.
Manchester City tak tinggal diam. Tim asuhan Pep Guardiola meningkatkan intensitas serangan memasuki 10 menit terakhir. Hasilnya terlihat pada menit ke-84 ketika Bernardo Silva sukses menyamakan skor menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan sundulan Erling Haaland di dalam kotak penalti.
Petaka bagi tuan rumah terjadi di masa tambahan waktu. Pada menit ke-90+1, Alisson melakukan pelanggaran terhadap Matheus Nunes di area terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih dan menghadiahi kartu kuning untuk kiper asal Brasil tersebut. Haaland yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-90+3 dan membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk City.
Laga semakin panas ketika Rayan Cherki sempat mencetak gol ketiga bagi tim tamu pada menit ke-90+10, namun dianulir VAR. Ketegangan memuncak pada menit ke-90+13 saat Szoboszlai diganjar kartu merah usai menarik Haaland yang berpeluang mencetak gol tambahan. Hingga peluit panjang berbunyi pada menit ke-90+15, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Manchester City.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Liverpool, terlebih mereka harus kehilangan Szoboszlai di laga berikutnya akibat kartu merah tersebut. Sebaliknya, kemenangan ini mengantar City mengamankan tiga poin krusial dan menjaga posisi di papan atas klasemen.
Pep Guardiola memuji mentalitas timnya setelah mampu membalikkan keadaan di kandang lawan. “Liverpool selalu memulai laga dengan kuat, jadi kami harus memulai lebih kuat lagi. Pukulan pertama memberi kami peluang lebih besar untuk menang,” ujar Guardiola, dikutip dari YouTube Beanyman Sports.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada bek anyar City, Marc Guehi. Menurutnya, sang pemain tampil luar biasa dan memiliki potensi menjadi salah satu bek terbaik.
Di sisi lain, pelatih Liverpool Arne Slot menyoroti inkonsistensi keputusan wasit, khususnya terkait kartu merah Szoboszlai. “Saya bisa menerima fakta bahwa wasit mengikuti peraturan dan Dominik melakukan pelanggaran pada Haaland dalam situasi terakhir yang mana itu jelas tarikan kaus dan dia sedang dalam posisi peluang gol, jadi itu kartu merah,” kata Slot.
Namun ia mempertanyakan perlakuan berbeda pada insiden lain. “Ada tarikan kaus yang jelas dari Guehi terhadap Mo Salah dan itu bukan kartu merah, di situlah letak rasa frustrasi saya. Jika Anda mengikuti aturan, ikutilah. Mengikuti aturan merupakan hal yang selalu kami minta,” tambahnya.
Kemenangan dramatis tersebut juga membuat City semakin percaya diri dalam perburuan gelar. Guardiola menegaskan timnya belum menyerah mengejar Arsenal di puncak klasemen.
“Kami tertinggal enam poin (dari Arsenal). Oke, itu selisih yang besar, tetapi banyak hal bisa terjadi, jadi lebih baik memiliki tiga poin,” ujarnya.
Menurut pelatih asal Catalunya itu, 13 pertandingan tersisa adalah periode yang sangat panjang dan penuh tantangan. “Siapa yang tahu apakah enam poin cukup, tetapi 13 pertandingan itu banyak. Piala FA akan datang, final Piala Carabao juga, Liga Champions kembali pada Maret dan cedera akan terjadi,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa City harus terus menekan Arsenal hingga akhir musim. “Yang bisa kita lakukan hanyalah terus menekan Arsenal, tetap berada di sana, dan mencoba jika mereka lengah. Kita harus bermain melawan mereka di kandang, jadi tentu saja kita harus mengalahkan mereka,” pungkas Guardiola. (*/rom)






