PAYAKUMBUH/50 KOTA

Petani Temukan Mortir Saat Menanam Durian

0
×

Petani Temukan Mortir Saat Menanam Durian

Sebarkan artikel ini
DILEDAKAKN—Mortir yang ditemukan masyarakat Jorong Mungka Tongah, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, akhirnya diledakkan.

LIMAPULUH KOTA, METRO Masyarakat Jorong Mungka Tongah, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, dikejutkan de­ngan adanya penemuan Mortir disalah satu kebun petani di Bukik Pauh, Kamis (6/2) sekitar pukul 09.00 WIB pagi.  Awalnya Mortir itu ditemukan oleh Via, yang saat itu hendak menanam bibit Durian di kebunnya Bukik Pauh. Saat melakukan penggalian lubang untuk menanam bibit durian, Via menemukan benda mencurigakan sebesar Aqua Gelas dengan panjang lebih kurang 20 cm.

Karena tidak pernah menemukan benda se­perti itu, akhirnya Via, mengambil dan membersihkan Mortir itu. Rencananya akan ditarok di­dekat Pondok tempat berteduhnya. Namun, belum selesai Via membersihkan Mortir itu, lewat seorang petani lainnya Arisandi.

Baca Juga  Pemkab dan Wartawan Intens Jalin Kerja Sama Strategis

Kemudian Arisandi, menanyakan kepada Via, apa yang dipegang. Saat dilihat oleh Arisandi ter­nyata itu Bom Mortir di­duga hasil peninggalan jaman perang dulu. Kemudian Arisandi memberi tahu kepada Bamus dan perangkat nagari lainnya serta Bhabinkamtibmas. Ti­dak berselang lama, pihak Nagari dan kepolisian sampai dilokasi termasuk anggota Polres Lima Puluh Kota.

“Memang ada penemuan mortir oleh ma­sya­rakat kita saat hendak menggali lubang untuk menanam durian. Dan sa­at ini mortir itu sudah diledakkan oleh Tim Brimob di kebun itu berjarak 70 meter dari pondok, pada Jumat (6/2) lalu. Dimana sebelumnya lokasi sudah disterilkan sehingga tidak ada masyarakat disekitar lokasi,” ungkap Wali Nagari Mungka, Epi Adri, Sabtu (7/2) kepada wartawan.

Baca Juga  Hama Tikus Mengganas, Petani Jagung Merugi di Kota Payakumbuh

Dikatakan Wali Nagari, ledakan Mortir itu terdengar tidak terlalu kuat. “Ledakan memang terdengar tapi tidak terlalu keras, dan itu hanya hitungan detik, cepat sekali. Setelah peledakan kemudian tim Brimob dan ma­syarakat kembali untuk menunaikan sholat Jumat,” ucapnya. (uus)