PADANGPARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman John Kenedy Aziz menyatakan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman bergerak cepat mencari solusi alternatif untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025.
“Kita demi mempercepat perbaikan menggandeng PT Semen Padang tanpa menunggu dana dari pemerintah pusat,” kata Bupati Padangpariaman John Kendy Aziz, kemarin.
Katanya, langkah ini ditandai dengan penyerahan proposal pembangunan jembatan gantung kepada jajaran direksi PT Semen Padang. Prioritas utama dalam proposal tersebut adalah pembangunan kembali Jembatan Sipisahan di Nagari Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.
Dia menekankan bahwa meski kerusakan telah tercatat dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk didanai pemerintah pusat, jadwal pelaksanaannya masih belum pasti.
“Waktu pelaksanaan dari pusat masih sangat tentatif. Sementara itu, akses masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi warga tidak bisa menunggu. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.
Selain perbaikan jembatan, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi kreatif. Pemkab Padangpariaman mengajak PT Semen Padang turut mendukung perhelatan Pacu Kuda Padangpariaman yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026.
Iven tahunan tersebut dinilai strategis sebagai stimulus ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat bencana. “Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi agenda penting untuk menggerakkan pariwisata dan meningkatkan daya beli warga pascabencana,” ujarnya.
Hingga kini, pemerintah daerah terus menggenjot pemulihan. Berdasarkan data Sekda Padangpariaman, Rudy Repenaldi Rilis, kondisi infrastruktur di wilayah terdampak saat ini adalah , seperti jembatan darurat: tiga jembatan bailey disiapkan; dua telah beroperasi penuh, dan satu masih dalam pengerjaan. Dengan melibatkan BUMN seperti PT Semen Padang, Pemkab Padangpariaman berharap keterisolasian warga dapat segera teratasi sebelum memasuki kuartal kedua 2026. (efa)






