BERITA UTAMA

Lima Menit Ditinggal Ambil Pelampung, Dua Anak Ditemukan Tenggelam di Kolam 2,5 Meter, Polisi Selidiki Pengawasan Kolam Dewasa

10
×

Lima Menit Ditinggal Ambil Pelampung, Dua Anak Ditemukan Tenggelam di Kolam 2,5 Meter, Polisi Selidiki Pengawasan Kolam Dewasa

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Dua orang anak ditemukan tewas tenggelam di Objek Wisata Lembah Batang Mangkisi Park, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (8/2) pagi. Usai kejadian polisi memasang police line untuk melakukan olah TKP.

LIMAPULUH KOTA, METRODuka menyelimuti Objek Wisata Lembah Batang Mangkisi Park, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (8/2) pagi. Dua anak yang tengah berlibur bersama keluarga dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam pemandian sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat berlangsung kegiatan family gathering yang di­gelar Club Civid Wonder Minangkabau di lokasi wi­sata tersebut. Kedua korban diketahui ikut bermain dan mandi di kolam bersama pengunjung lainnya.

Kapolsek Luhak, Iptu Isral Riandi, membenarkan kejadian tersebut. Ia me­nyebutkan, korban masing-masing bernama Rafa Atthalla (8), pelajar asal Kecamatan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, serta Bilqis Zakira (11), pelajar yang berdomisili di Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang.

“Dua anak ini mandi-mandi di kolam. Awalnya dipantau oleh orang tua masing-masing,” ujar Iptu Isral Riandi, Minggu (8/2).

Menurut keterangan kepolisian, sebelum kejadian kedua anak sempat meminta izin kepada orang tua untuk mengambil pelampung yang berada di mobil di area parkir. Orang tua kemudian meninggalkan kolam sekitar lima menit untuk mengambil perlengkapan tersebut.

“Orang tua korban sem­pat meninggalkan ko­lam sekitar lima menit untuk mengambil ban di mobil. Saat kembali, kedua anak sudah tidak terlihat,” jelasnya.

Kondisi itu membuat orang tua dan pengunjung lainnya panik dan segera melakukan pencarian di sekitar kolam. Salah seorang ayah korban melihat bayangan pakaian berwarna putih di dasar kolam dewasa yang memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter.

“Para orang tua berusaha mencari dengan mengelilingi sekitar kolam, lalu salah seorang ayah korban melihat bayangan baju anaknya yang berwarna putih berada di dasar ko­lam,” ungkap Isral.

Kedua anak segera dievakuasi dari dasar kolam dan dilarikan ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh untuk mendapatkan perto­longan medis. Namun setelah pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan keduanya telah meninggal dunia.

“Setelah sampai di RSUD kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” tuturnya.

Kapolsek menegaskan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni kecelakaan,” katanya.

Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian, termasuk terkait pengawasan di area kolam dewasa. Untuk kepentingan penyelidikan, lokasi kolam sempat dipasangi garis polisi dan ditutup sementara.

“Kolam berenang di sana bervariasi kedalamannya. Ada kolam untuk anak-anak dan dewasa. Tempat korban berenang ini kolam untuk dewasa dengan kedalaman 2,5 me­ter. Kami masih selidiki kenapa anak-anak ini bisa masuk ke kolam dewasa, apakah tidak ada petugas jaga di sana,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua dan pengelola tempat wi­sata untuk meningkatkan pe­ngawasan terhadap anak-anak, khususnya di area pemandian dengan ke­­da­laman bervariasi. (uus)