BERITA UTAMA

Penalti di Menit 90+14 Antar Semen Padang Tekuk Persita, 3 Poin Bawa Kabau Sirah ke Peringkat 16

24
×

Penalti di Menit 90+14 Antar Semen Padang Tekuk Persita, 3 Poin Bawa Kabau Sirah ke Peringkat 16

Sebarkan artikel ini
EKSEKUSI PENALTI— Eksekusi penalti sempurna Diego Mauricio membuat Semen Padang FC berhasil mengalahkan Persita 1-0 pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, Minggu (8/2). Hasil ini juga membuat Kabau Sirah naik ke posisi 16, satu strip di bawah zona aman.

PADANG, METROSemen Padang FC akhirnya mengamankan tiga poin penting saat menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, Minggu (8/2). Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Kabau Sirah menjadi angin segar dalam upaya mereka keluar dari zona degradasi.

Sejak peluit awal dibunyikan, Semen Padang tampil dengan pendekatan berbeda. Jika biasanya bertahan lebih dalam, kali ini tim asuhan Dejan Antonic memilih menekan sejak lini de­pan. Strategi itu membuat Persita kesulitan mengembangkan permainan pada menit-menit awal.

Peluang pertama datang pada menit ketiga melalui Aleksa, namun dianulir karena pelanggaran terhadap Tsouka. Tuan rumah merespons lewat kemelut di depan gawang Persita, termasuk umpan Kasim Botan yang gagal dimaksimalkan Guilherme ser­ta crossing Samuel yang membentur mistar pada menit kesembilan.

Persita mencoba keluar dari tekanan. Tendangan jarak jauh Ebber Bessa pada menit ke-11 masih melebar. Semen Padang kembali memperoleh peluang melalui skema serangan balik cepat di menit ke-18, namun pelanggaran terhadap Kianz hanya berbuah tendangan bebas dan kartu kuning untuk Fathoni.

Hingga babak pertama usai, kedua tim belum mam­pu memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan meski sejumlah peluang tercipta dari kedua kubu.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Dejan Antonic memasukkan Ripal Wahyudi dan Maicon Souza untuk menambah daya dobrak. Tekanan tuan rumah semakin terasa, termasuk tembakan keras Kasim Botan yang masih mampu ditepis penjaga gawang Persita.

Tim tamu bukan tanpa peluang. Sundulan Hokky Caraka pada menit ke-56 memaksa kiper Semen Pa­dang melakukan penyelamatan gemilang. Memasuki 15 menit akhir, kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain demi menjaga tempo permainan.

Ketika laga tampak akan­ berakhir imbang, drama terjadi di masa injury time. Pada menit ke-96, Diego Mauricio dijatuhkan di dalam kotak penalti. Wasit Muhammad Iqballuddin menunjuk titik putih, namun keputusan itu sempat menuai protes dari kubu Persita hingga dilakukan pengecekan melalui VAR.

Setelah tinjauan ulang, penalti tetap diberikan. Mauricio yang maju sebagai algojo tampil tenang dan sukses menaklukkan penjaga gawang Persita. Gol pada menit 90+14 itu langsung disambut gemuruh suporter yang memadati stadion.

“Saya senang sekali kami bisa menang 1-0. Para pemain bekerja keras hingga menit akhir dan kami percaya bisa menang,” kata Pelatih Kepala Semen Padang FC Dejan Antonic dalam jumpa pers seusai pertandingan, Minggu.

Antonic menjelaskan, kesabaran para pemain menjadi kunci kemenangan Semen Padang pada pertandingan ini. Meski Persita terus memancing pemain tuan rumah untuk naik demi mengincar serangan balik, pertahanan Semen Padang tetap disiplin.

“Ketika Diego (Mauricio) masuk (pada menit ke-80), kami ganti formasi dari 4-3-3 ke 4-2-2 karena kami punya banyak amunisi (pe­nyerang) ke depan. (Perubahan) ini sukses bagi kami dan memenangi per­tandingan,” katanya.

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta hingga laga berakhir. Kemenangan ini membawa Semen Padang naik dari posisi 17 ke peringkat 16 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin, unggul selisih gol atas Persijap dan kini hanya terpaut dua angka dari PSBS Biak.

Di sisi lain, pelatih Persita Tangerang, Carlos Pe­na, mengaku kecewa dengan hasil akhir tersebut. “Kami kecewa, kami kehilangan poin dan itu sudah terjadi beberapa kali,” katanya.

Carlos Pena mengatakan, sejatinya tidak banyak peluang bersih bagi kedua tim mencetak gol dalam pertandingan ini. Kedua pihak bermain hati-hati dan disiplin.

Menurut Pena, lini pertahanan Semen Padang tampil disiplin. Pemain Persita mencoba berbagai cara untuk menyerang, baik melalui sayap maupun tendangan bebas. “Pada babak kedua, kami banyak menguasai bola, tetapi tidak dapat mengelolanya dengan baik,” katanya.

Pena menyebut, semestinya pertandingan ini berakhir imbang. Sayangnya, keputusan wasit memberikan penalti kontroversial membuyarkan kesempatan Persita mencuri satu poin.

“Wasit memutuskan itu penalti. Padahal, penyerang lawan, Diego Mauricio, mengatakan seusai pertandingan bahwa seharusnya itu bukan penalti. Apa yang bisa saya katakan? Kami kecewa kehilangan satu poin dan itu terjadi beberapa kali (sebelumnya),” kata Pena.

Meski tetap berada di papan atas dengan 32 poin di posisi keenam, Persita harus pulang tanpa poin dari Padang. Bagi Semen Padang, kemenangan dramatis ini menjadi momentum penting untuk menjaga asa bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. (rom)