PADANG, METRO—Sebuah pondok tambak ikan milik warga di kawasan Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ludes dilahap api, Kamis (5/2). Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama M Febrianto (41). Ia melihat kepulan asap tebal membubung dari arah pondok tambak ikan milik Jumasrial (61). Menyadari adanya api, saksi segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi mengatakan bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 14.41 WIB. Menanggapi laporan tersebut, personel dari Pos 3 Koto Tangah langsung dikerahkan ke lokasi.
“Begitu menerima laporan dari saksi, kami langsung mengerahkan tiga unit armada pemadam dengan total 52 personel ke lokasi kejadian. Petugas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 14.48 WIB dan melakukan upaya pemadaman serta pendinginan hingga situasi dinyatakan terkendali pada pukul 15.29 WIB,” kata Rinaldi.
Lokasi kebakaran, katanya, berada di area yang relatif jauh dari keramaian dengan kondisi akses jalan yang sempit. Jarak tempuh dari Pos 3 Koto Tangah menuju lokasi sekitar 3,7 kilometer. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi petugas dalam proses penanganan di lapangan.
“Objek yang terbakar merupakan pondok tambak ikan milik Jumasrial (61), seorang wiraswasta. Api menghanguskan satu gudang dengan luas area terbakar sekitar 7 x 10 meter persegi. Selain bangunan pondok, kebakaran juga menyebabkan kerusakan berat terhadap satu becak motor (betor) serta satu mesin bajak,” ujar Rinaldi.
Rinaldi menjelaskan, pihaknya mencatat, jumlah penghuni di lokasi tersebut hanya satu orang. Tidak terdapat laporan warga mengungsi, korban luka, maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa ini.
“Meski demikian, kebakaran memiliki potensi cukup besar untuk meluas. Luas area yang berpotensi terdampak diperkirakan mencapai satu hektare apabila api tidak segera dikendalikan. Berkat respons cepat petugas, perambatan api berhasil dicegah sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya,” katanya.
Untuk memadamkan api, kata Rinaldi, sebanyak tiga armada pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan 52 personel Damkar Kota Padang. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan api benar-benar padam serta tidak muncul titik api baru.
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sebagai bagian dari layanan masyarakat, Dinas Damkar Kota Padang mengimbau warga agar segera menghubungi Call Center Padang Sigap 112 atau Mako Damkar 113 apabila menemukan indikasi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tutupnya. (oza)






