LIMAPULUH KOTA, METRO —Mobil Daihatsu Gran Max terjun ke jurang sedalam 15 Meter di kawasan Kelok 9, Jalan Lintas Sumbar-Riau KM 22, Jorong Aia Putiah, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (31/1) sekitar pukul 08.21 WIB.
Akibat kecelakaan yang mengerikan itu, sopir dan enam orang penumpangnya mengalami luka yang parah. Para korban sempat beberapa jam di dasar jurang, karena evakuasi membutuhkan peralatan khusus. Meski begitu, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Seluruh korban yang mengalami luka-luka setelah berhasil dievakuasi dari dasar jurang, langsung dibawa ke pelayanan medis terdekat untuk mendapatkan perawatan. Lima orang dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh dan dua orang dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati.
Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Roni Nur mengatakan, pihaknya menerima informasi pertama kali dari anggota dewan terkait adanya mobil masuk jurang di Kelok 9. Peristiwa bermula saat mobil Grand Max tersebut melaju dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.
“Setibanya di lokasi kejadian, cuaca sedang gerimis yang mengakibatkan kondisi aspal menjadi licin. Pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga mobil terperosok ke dalam jurang di titik koordinat 0° 4’34.70″S-100°41’52.45″T,” kata Roni Nur, Minggu (1/2).
Dijelaskan Roni Nur, merespons laporan tersebut, lima personel dari Tim Rescue Pos SAR Limapuluh Kota segera diberangkatkan menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 26,8 kilometer. Tim dibekali dengan peralatan khusus, mulai dari peralatan ekstrikasi, peralatan vertikal untuk medan curam, hingga peralatan medis dan evakuasi.
“Proses evakuasi sempat menghadapi tantangan akibat kondisi geografis. Faktor penghambat utama di lapangan adalah kondisi jurang yang cukup dalam dan terjal. Seluruh korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang,” ujar Roni Nur.
Roni Nur merinci, tujuh orang korban masing-masing bernama Yuli Mayang Sari (32) asal Jalan Kuantan 1 Kota Pekanbaru, yang mengalami cidera patah bagian paha kiri, dan tangan kiri dibawa ke RSUD Adnan WD. Ahmat Syahroni (27) asal Jalan Pemprov Pekanbaru, yang mengalami cedera bagian kepala, dada, tulang punggung patah dan kaki bagian kiri mengalami cidera, juga dibawa ke RSUD Adnan WD.
Fairel (10), asal Pekanbaru, dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati. Alvino (8), asal Pekanbaru, mengalami cedera bagian kaki dan luka dibawa ke RSUD Adnan WD. Mutiara amanda (21) asal Pekanbaru, mengalami luka bagian kaki dan tangan dibawa ke RSUD Adnan WD. Septia Rahayu (24) asal Pekanbaru, mengalami luka dibagian kaki dan tangan dibawa ke RSUD Adnan WD serta Rendi Admi (28) asal Pekanbaru, dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati.
“Mobil yang masuk jurang ini melaju mengiringi mobil ambulans menuju Payakumbuh, dimana keluarga korban ada yang meninggal,” tutur dia.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, AKP Zarwiko Irzal mengatakan, kecelakaan tunggal mobil Gran Max masuk jurang ini diduga akibat sopir mobil Ahmat Syahroni tidak menguasai kondisi jalan yang dipenuhi tikungan tajam.
“Mobil melaju kencang mengiringi mobil ambulans di depannya. Setiba di lokasi hilang kendali dan tidak bisa mengerem sehingga menabrak jembatan. Akhirnya kendaraan masuk ke dalam jurang di bawah jembatan tersebut,” ungkap Iptu Zarwiko.
Iptu Zarwiko menuturkan, saat kejadian kondisi aspal dalam keadaan basah akibat gerimis. Meski demikian, jarak pandang pengemudi relatif bebas dan arus lalu lintas cukup ramai.
“Akibat benturan keras dan terjun ke jurang, mobil mengalami kerusakan berat pada bagian depan dan bodi. Sopir dan enam penumpanganya mengalami luka-luka. Saat ini seluruh korban masih menjalani perawatan intensif,” tutup dia. (uus)






