BERITA UTAMA

Mandi-mandi Berujung Maut, Tiga Bocah SD Tewas Digulung Ombak

6
×

Mandi-mandi Berujung Maut, Tiga Bocah SD Tewas Digulung Ombak

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap bocah yang tenggelam saat mandi-mandi di Pantai Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.

PADANG, METRONasib tragis dialami tiga bocah yang sedang mandi-mandi di Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Pasalnya, mereka tenggelam akibat digulung ombak besar hingga ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.

Ketiga bocah malang itu diketahui bernama Akbar (8), Akmal (8), dan Rozi (8) yang sama-sama warga Kelurahan Pasia Nan Tigo. Akbar dan Akmal terlebih dahulu ditemukan oleh warga setempat pada pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 11.48 WIB.

Sedangkan almarhum Rozi, ditemukan setelah Tim SAR gabungan mela­ku­kan pencarian pada Ming­gu (1/2) sekitar pukul 08.40 WIB. Jenazah korban selanjutnya dibawa oleh Tim SAR gabungan ke rumah orang tua korban untuk disemayamkan lalu dikebumikan.

Kepala Kantor SAR Ke­las A Padang, Abdul Malik membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban meninggal dunia akibat tenggelam digulung ombak berjumlah tiga orang yang berusia 8 tahun dan berstatus pelajar Seko­lah Dasar (SD).

“Dari tiga korban, dua anak dinyatakan meninggal dunia di hari kejadian, sementara satu korban lainnya baru ditemukan pada Minggu pagi dalam kondisi meninggal dunia juga. Lokasi penemuan berada  sekitar 500 meter dari lokasi kejadian awal,” ungkap Abdul Malik.

Abdul Malik mengatakan, operasi pencarian dan pertolongan pada hari pertama dan kedua melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Padang, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat. Berbagai peralatan juga dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.

”Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Informasi terkait pe­nye­­bab tenggelamnya ketiga korban, diduga karena ombak besar saat mereka mandi-mandi,” tegas Abdul Malik.

Terpisah, Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman SD Malik, didampingi Kabag Ops Kompol Doni Lisman mengatakan, pihaknya menerima laporan tiga yang merupakan warga Kelurahan Pasia Nan Tigo, tenggelam saat mandi-mandi di pantai.

“Dua korban sempat diselamatkan warga, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan medis, dua anak yang pertama ditemukan, sudah meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya dinyatakan hilang hingga dilakukan pencarian lanjutan,” jelas Kompol Doni.

Lantaran hari pertama korban Rozi tidak ditemukan, ungkap Kompol Doni, Operasi SAR dilanjutkan pada Minggu pagi dengan membagi tim ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran laut dengan luas area pencarian sekitar 1 nautical mile persegi.

“Pencarian melibatkan berbagai alut, termasuk RIB Brimob , RIB Basarnas,  LCR, drone thermal, dan Aqua Eye. Sebanyak lebih dari 80 personel dari berbagai unsur dikerahkan da­lam operasi ini, di antaranya Basarnas, Polairud, Polri, TNI, Brimob, Damkar, Satpol PP, potensi SAR, serta masyarakat setempat,” ujar Kompol Doni.

Untuk melakukan pencarian itu, Kompol Doni Lisman mengaku Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan satu tim. Atas perintah langsung Dansat Brimob Kombes Pol Lukman SD Malik, kami kerahkan anggota satu tim dengan perlengkapan yang memadai.

“Dipimpin lngsung Ipda Adrian Reza, dan bersama tim serta masyarakat lain,  korban  Rozi kita temukan dalam keadaan tak bernyawa dan selanjutnya di bawa ke rumah duka. Kami  me­ng­imbau masyarakat, khu­sus­nya orang tua, agar me­ningkatkan pengawa­san terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai, mengingat tingginya risiko arus laut di wila­yah pesisir Kota Pa­dang,” pungkasnya. (ped)