SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan gotong royong (goro) bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/1) di Banda Tangah, tepatnya di perbatasan Muaro Pingai dan Paninggahan.
Rapat koordinasi yang dilaksanakan di lokasi kegiatan pada Kamis (29/1) tersebut membahas kesiapan personel, peralatan, serta teknis pelaksanaan goro yang diperkirakan akan melibatkan sekitar 2.500 peserta.
Peserta gotong royong berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Solok, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan aparatur sipil negara (ASN) dari masing-masing OPD, hingga pelajar SMA dari sekolah yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Rapat persiapan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, mewakili Bupati Solok. Turut hadir sejumlah kepala OPD teknis terkait, Camat Junjung Sirih Neni Amelia, Camat Singkarak Chrismon Darma, Kacabdin Pendidikan Wilayah III Solok Raya Riko Fernanda, para wali nagari, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Wabup Candra menegaskan bahwa kegiatan goro ini bertujuan untuk mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi para petani, terutama adanya tumpukan kayu dan material lain yang menghambat area persawahan.
Menurutnya, pembersihan tersebut sangat penting agar pelaksanaan bantuan rehabilitasi sawah terdampak dari Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal tanpa kendala di lapangan.
Dalam rapat tersebut, disampaikan kesiapan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya tiga unit alat berat yang akan ditempatkan di beberapa titik strategis, termasuk di sepanjang pinggir danau serta sisi kanan dan kiri jalan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditunjuk sebagai leading sector yang akan berkolaborasi dengan OPD terkait dalam pengaturan titik gotong royong dan pemanfaatan alat berat.
Selain itu, panitia juga menyiapkan 14 unit chainsaw (sinso), empat unit dump truk masing-masing dua unit dari DLH dan dua unit dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta peralatan manual seperti sekop, gerobak, dan cangkul untuk mendukung kelancaran kegiatan. “DLH agar menyiapkan minyak untuk lima unit sinso, sementara BPBD akan menanggung kebutuhan bahan bakar sinso lainnya. Mengingat kondisi lokasi yang berpasir, peralatan manual juga perlu disiapkan,” ujar Wabup Candra.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup Candra juga menghubungi perwakilan BNPB, Purnomo, untuk meminta dukungan tambahan berupa satu unit alat berat.
Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan akan segera menyiapkan surat resmi peminjaman alat tersebut.
Dengan persiapan yang matang dan sinergi lintas sektor, Pemkab Solok optimistis kegiatan goro bersama Gubernur Sumatera Barat dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata, khususnya bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak. (vko/rel)






