OLAHRAGA

Kado HJK ke-77, Dua Atlet SOIna Sijunjung Raih Prestasi di ASEAN Para Games

3
×

Kado HJK ke-77, Dua Atlet SOIna Sijunjung Raih Prestasi di ASEAN Para Games

Sebarkan artikel ini
MEMBANGGAKAN— Dua atlet SOIna asal Kabupaten Sijunjung, Siti Aisyah dan Meliana Ratih Pratama sukses persembahkan medali untuk Indonesia pada ajang ASEAN Para Games yang digelar di Provinsi Nakhon Ratchasima Thailand pada 20–26 Januari 2026.

SIJUNJUNG, METRO–Dua atlet para renang asal Kabupaten Sijunjung mempersembahkan kado istimewa pada peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Sijunjung ke-77 tahun 2026. Tampil di ajang ASEAN Para Games 2025 di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, 20–26 Januari 2026, keduanya sukses memborong medali emas, perak, dan perunggu untuk Indonesia.

Mereka adalah Siti Aisyah dan Meliana Ratih Pratama. Di kolam renang internasional tersebut, Siti Aisyah tampil gemilang dengan meraih enam me­dali, terdiri dari dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Sementara Meliana Ratih Pratama tak ka­lah membanggakan dengan koleksi lima medali, yakni empat perak dan satu perunggu.

Prestasi itu tak hanya mengharumkan nama Indonesia di pentas Asia Tenggara, tetapi juga menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Kabupaten Sijunjung, khususnya keluarga besar SLB Aisyah Sijunjung yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Ketua SOIna Sijunjung, Nedia Fitri Benny Dwifa, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu lahir dari disiplin, kerja keras, serta pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

“Ini adalah kado luar biasa di momen peringatan hari jadi Kabupaten Sijunjung ke-77 tahun ini. Meraih medali emas di ajang internasional sekelas ASEAN Para Games bukanlah hal yang mudah. Kami selaku pemerintah daerah sangat bangga dan berterima ka­sih atas perjuangan atlet kita yang telah mengibarkan Merah Putih di Thailand kemarin,” tuturnya.

Nedia Fitri yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung menilai, prestasi Siti Aisyah dan Meliana harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk me­ning­katkan perhatian terhadap atlet di­sabilitas, terutama dalam penyediaan fasilitas dan peningkatan kesejah­teraan.

“Ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk me­raih prestasi tertinggi. Kami akan terus mengawal agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan memberikan apresiasi yang layak. Kita ingin prestasi ini menjadi pemantik lahirnya juara-juara dunia baru dari Kabupaten Sijunjung,” ung­kapnya.

Sementara itu, pelatih Yulidarti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa ASEAN Para Games 2025 dipusatkan di Nakhon Ratchasima untuk sebagian besar cabang olahraga, sedangkan cabang tenpin boling berlangsung di Bangkok. Kontingen Indonesia sendiri tampil dominan sepanjang ajang, dengan atlet-atlet daerah menjadi tulang punggung perolehan medali.

“Prestasi kedua atlet ini tidak hanya menghadirkan medali emas, perak, dan perunggu, tetapi juga men­jadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Sijunjung dan Sumatera Barat tentang arti ketekunan, semangat juang, dan pantang menyerah meski dalam keterbatasan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari Peme­rintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Sijunjung, NPC Sumbar, NPC Sijunjung, hingga masyarakat yang terus memberikan doa dan dukungan.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dari daerah, lahir atlet-atlet tangguh yang mampu bersaing di level internasional dan membawa harum nama bangsa. (ndo)