PADANG, METRO – Bukannya meningkatan ibadahnya, hari pertama memasuki bulan Ramadhan 1440 H, puluhan pelajar malah berulah. Para remaja itu terlibat aksi tawuran di jembatan Pagambiran, Kecamatan Lubukbegalung, Kota Padang, Senin (6/5) sekitar pukul 06.00 WIB.
Informasi yang diterima koran ini, puluhan remaja itu cakak banyak menggunakan batu dan senjata sejenis celurit dan samurai. Mereka saling kejar-kejaran di jembatan tersebut.
Melihat kejadian itu, warga sekitar cemas dan takut karena batu-batu yang dilempar pelaku tawuran hampir mengenai rumah penduduk yang jaraknya dekat dari lokasi.
Beruntung, hal tersebut cepat diketahui oleh personel kepolisian dari Polsek Lubukbegalung yang mengejar puluhan pelaku. Dengan sekejap pelaku tawuran itupun kabur tidak berbekas.
Budi (38), warga sekitar mengatakan, dia dan warga lainnya resah akan ulah tawuran sejumlah remaja yang tidak tahu asalnya. Bahkan, para pelaku itu melempari rumah warga.
“Baru hari pertama puasa, tawuran udah kelihatan. Kami berharap kepada pihak Kepolisian supaya mebasmi tawuran itu. Kami cemas pak, tapi nanti jangan salahkan kami jadi anarkis karena pelaku-pelaku tawuran itu,” geramnya.
Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti jajaran Polsek yang berada di wilayah Hukum Polresta Padang untuk berpatroli di daerah-daerah rawan tawuran, balap liat dan kejahatan lainnya.
“Kita akan mengadakan rapat untuk melakukan atau mengatisipasi jangan sampai warga takut lagi adanya tawuran apalagi bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, setiap harinya satuan Sabhara Polresta Padang melakukan patroli-patroli bahkan satgas Pandeka Minang dari Polresta Padang diturunkan untuk mengantisipasi tawuran dan balap liar.
“Memang pagi tadi ada tawuran di pengambiran, setelah mendapatkan informasi personel langsung datang dan membubarkan tawuran. Kami juga berharap kerja sama warga kalau ada ditemukan tawuran cepat-cepat lapor ke kami supaya semua kami tangkap dan diperiksa,” ujar Kapolresta Padang. (r)





