A.YANI, METRO—Wali Kota Padang Fadly Amran, menjawab semua kritikan yang mengarah kepadanya terkait krisis air bersih yang belum tuntas di Kota Padang hingga saat ini. Wako juga menyampaikan apresiasi atas kritik anggota DPRD Kota Padang terkait penanganan kekeringan.
Wako menyebut kritik dan masukan tersebut sebagai bentuk kolaborasi pemerintahan Kota Padang dalam penanganan pasca bencana. Tetapi menurut Fadly Amran, akan sangat lebih baik jika kritikan tersebut berdasarkan data yang valid dan sesuai dengan fakta di lapangan
Ia membeberkan langkah taktis yang telah ditempuh Pemko Padang. Sat ini, pemko telah bergerak cepat menginisiasi rapat koordinasi bersama Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sejak lima hari lalu untuk memetakan solusi.
“Lebih kurang 5 hari yang lalu, Pemko Padang menginisiasi rapat dengan BPBPK, dan Pemprov Sumbar untuk memetakan masalah kekeringan di beberapa wilayah Kota Padang. Hari ini Alhamdulillah Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun yang merupakan kewenangan Kota Padang sudah teraliri air. Kemarin bagian kanan DI Koto Tuo juga sudah teraliri air,” beber Fadly Amran, Rabu (28/1).
Lebih lanjut disampaikan Fadly Amran, Pemko Padang juga sudah memetakan titik-titik kekeringan di Kota Padang, dan sudah menindaklanjuti dengan surat permohonan dukungan kepada Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK).
“Kita sudah mengajukan ke BPBPK, titik lokasi kekeringan yang membutuhkan penanganan segera. Lebih kurang ada 264 titik, by name by address. Sampai ini terealisasi, Pemko Padang bersama stakeholder terkait juga terus melakukan dropping air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” katanya.
“Sampai hari ini lebih kurang 27-28 juta kubik air bersih sudah disalurkan,” tambah Fadly Amran lagi.
Fadly menjelaskan, banjir bandang menyebabkan dua jaringan irigasi rusak total sehingga aliran air ke sawah terhenti. Panjangnya jalur irigasi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan.
“Sawah yang terdampak itu sekitar 3.100-an hektare. Jalur irigasinya memang cukup panjang, tapi ini akan kita kebut secepatnya bersama Kementerian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” kata Fadly.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Padang telah menyerahkan data lengkap kepada Pemerintah Pusat sebagai dasar penanganan. Data tersebut mencakup by name by address dan by koordinat, mulai dari sawah, tambak, hingga ladang milik masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Koordinat lokasi-lokasi sawah, tambak, dan ladang sudah kita submit semuanya. Saat ini Balai Sungai sedang bekerja untuk mengembalikan aliran sungai seperti sediakala. Pekerjaannya cukup masif dan masih dalam kerangka tanggap darurat,” ujarnya.
Terakhir Fadly Amran juga mengatakan, Pemko Padang dan semua pihak fokus bekerja dengan intensitas tinggi untuk mengatasi setiap permasalahan yang dialami masyarakat, khususnya pasca bencana hidrometeorologi.
“Kami yakin semua pihak bekerja all out. Baik itu anggota DPR RI, kementerian melalui balai, Pemprov, universitas, Ormas, relawan. Tetapi tentu ada pembagian kewenangan dan Tupoksi sesuai peraturan yang berlaku. Namun yang terpenting kita semua memiliki semangat yang sama, yaitu semangat untuk segera pulih dari dampak bencana,” pungkasnya. (oza)






