SOLOK, METRO–Pemerintah Kota Solok meluncurkan kegiatan gotong royong (goro) bersama masyarakat sebagai bagian dari penguatan kebijakan lingkungan dan upaya teknis pencegahan banjir. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra menegaskan bahwa persoalan banjir tidak dapat ditangani hanya melalui pembangunan fisik semata, tetapi membutuhkan perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
“Melalui gotong royong, kita ingin memastikan saluran drainase tetap berfungsi dengan baik, sampah tidak menyumbat aliran air, dan lingkungan kita memiliki cukup vegetasi untuk menyerap air hujan,” ujar Wali Kota.
Program gotong royong ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir. Fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan saluran drainase, pengelolaan sampah rumah tangga, serta peningkatan tutupan vegetasi sebagai langkah preventif menghadapi musim hujan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong rutin akan menjadi wadah untuk membersihkan parit dan selokan, mengangkat sedimen dan sampah, serta menata lingkungan permukiman agar aliran air berjalan lancar.
Selain itu, penanaman pohon pelindung juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya resap tanah dan mengurangi limpasan air permukaan.
“Pengalaman banjir bandang yang pernah kita alami harus menjadi pelajaran bersama. Penanaman pohon dan perawatan lingkungan merupakan investasi jangka panjang dalam mitigasi bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PerkimLH), Hanif, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong ini selaras dengan kebijakan pengelolaan lingkungan daerah, khususnya dalam pengurangan timbulan sampah dan pemeliharaan infrastruktur lingkungan.
“Penanganan sampah yang baik akan mengurangi potensi penyumbatan drainase. Melalui gotong royong, masyarakat diajak memilah dan mengelola sampah dengan benar, sehingga tidak berakhir di saluran air,” ungkap Hanif. Dalam kegiatan launching tersebut, Dinas PerkimLH juga menyerahkan bibit pohon pelindung jenis mahoni secara simbolis kepada dua kecamatan dan 13 kelurahan di Kota Solok. Penyerahan bibit ini menjadi simbol dimulainya gotong royong rutin sekaligus komitmen bersama dalam memperkuat vegetasi kota. (vko)






