TANAHDATAR, METRO—Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, tepatnya di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Senin (26/1).
Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat korban lainnya mengalami luka-luka. Kehadiran Wakapolda Sumbar di lokasi kejadian bertujuan memastikan penanganan korban berjalan cepat dan optimal, mulai dari proses evakuasi, pengamanan lokasi, hingga penanganan medis terhadap korban luka yang telah dirujuk ke rumah sakit.
Di TKP, Wakapolda Sumbar juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lokasi kecelakaan serta langkah-langkah awal yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian, termasuk pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan lanjutan.
Kecelakaan melibatkan satu unit truk trailer bermuatan pupuk, satu unit truk box, serta sejumlah kendaraan roda dua. Berdasarkan keterangan awal di lapangan, truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang diduga mengalami kegagalan sistem pengereman saat melintasi jalur menurun.
Akibatnya, kendaraan trailer menghantam truk box BA 8089 NU yang berada di depannya hingga terdorong dan mengenai sejumlah sepeda motor yang berada di jalur yang sama. Laju truk trailer baru terhenti setelah menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD, pangkalan ojek, beberapa pejalan kaki, serta bangunan warung milik warga di sisi kiri jalan, sebelum akhirnya berhenti di halaman rumah warga.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumbar turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi.
“Atas nama Polda Sumbar dan Kapolda Sumbar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban yang meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan. Dugaan sementara, kendaraan trailer mengalami rem blong, namun hal ini masih kami dalami lebih lanjut melalui proses penyelidikan,” ujar Wakapolda Sumbar di lokasi kejadian.
Brigjen Pol Solihin menegaskan bahwa keselamatan serta penanganan korban menjadi fokus utama kepolisian dalam peristiwa tersebut, sementara proses penyelidikan tetap berjalan secara profesional dan menyeluruh.
“Penanganan korban adalah prioritas utama kami. Di sisi lain, proses penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tetap dilakukan secara profesional,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, lima korban meninggal dunia terdiri dari pengendara sepeda motor berinisial YRF (32), penumpang EFB, seorang pejalan kaki berinisial DF, pengemudi truk trailer BHS (37), serta satu korban lainnya yang masih dalam proses pendataan. Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
Selain itu, Wakapolda Sumbar juga mengingatkan bahwa jalur Padang Panjang–Bukittinggi merupakan kawasan rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang menurun dan padat aktivitas masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan besar, agar lebih berhati-hati, mengendalikan kecepatan, serta mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, tegas Brigjen Pol Solihin, Polda Sumbar bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap pengaturan lalu lintas kendaraan berat, termasuk kemungkinan pembatasan jam operasional kendaraan bermuatan besar guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Apalagi di Panyalaian ini sudah berulang kali terjadi kecelakaan beruntun yang menimbulkan banyak korban jiwa. Penyebabnya karena kendaraan berat. Ini yang harus menjadi bahan evaluasi kita ke depannya, salah satunya membatasi jam operasionalnya,” tutup dia. (rgr)






