PADANG, METRO—Sebuah gudang pengepul barang rongsokan di Jalan Bypass KM 13, Simpang RSUD, Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, ludes dilalap si jago merah pada Selasa pagi (27/1). Mirisnya, musibah ini mengakibatkan satu orang pekerja mengalami luka-luka.
Api yang cepat membesar dan menyebar di dalam gudang barang rongsokan, membuat pekerja maupun warga setempat panik. Warga kemudian melaporkan peristiwa kebakaran itu ke Dinas Pemadam Kebakarn (Damkar) Kota Padang.
Sebanyak lima unit armada Damkar dan puluhan personel langsung dikerahkan ke lokasi. Api pun berhasil dipadamkan setelah lebih dari setengah jam petugas Damkar berjibaku.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 07.25 WIB. Respons cepat dilakukan dengan memberangkatkan armada hanya satu menit setelah laporan masuk.
“Kami mengerahkan sedikitnya 5 unit armada pemadam dengan total 75 personel ke lokasi kejadian. Mengingat objek yang terbakar adalah material rongsokan yang mudah terbakar, kami harus bergerak cepat agar api tidak merembet ke bangunan sekitar,” ujar Budi Payan.
Dijelaskan Budi Payan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi, Hendri Putra (24). Ia melihat kepulan asap dan api mulai membesar dari tumpukan barang yang berada di depan bangunan milik Hendry Ratno Wardinata tersebut.
“Tim berhasil melakukan penanganan intensif dan menyatakan lokasi aman pada pukul 08.13 WIB. Berdasarkan pendataan di lapangan, dampak dari musibah ini meliputi kerusakan bangunan, pekerja bernama Andre (40) mengalami luka ringan dan kerugian Rp 150 juta,” ungkap Budi Payan.
Budi Payan menegaskan, hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Di lokasi kejadian, selain personel Damkar, tampak juga petugas dari TNI, Polri, PLN, BPBD, Satpol PP, serta pihak kelurahan setempat yang membantu proses pengamanan dan evakuasi.
“Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area penyimpanan material yang rentan tersulut api,” tukasnya. (*)






