PADANG, METRO–Kickboxing Indonesia (KBI) Sumatera Barat menyiapkan rangkaian agenda dan program kerja yang padat sepanjang tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada penguatan organisasi, pembinaan atlet, peningkatan kualitas wasit dan pelatih, serta persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan PON Bela Diri.
Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Kerja KBI Sumbar yang digelar di Gedung DPRD Sumatera Barat, Minggu (25/1). Rapat dipimpin Ketua Harian KBI Sumbar, Fazril Ale, dan dihadiri jajaran pengurus provinsi serta perwakilan pengurus cabang dari berbagai daerah.
Ketua Umum KBI Sumbar, H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, S.E., M.Si., mengatakan bahwa pihaknya mulai mematangkan persiapan menuju Porprov, termasuk penyusunan nomor dan kelas pertandingan. Penyusunan tersebut mengacu pada regulasi PON Aceh–Sumut serta PON Bela Diri yang sebelumnya digelar di Kudus.
Selain itu, KBI Sumbar juga akan menyiapkan tim Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Bela Diri yang direncanakan mulai berjalan pada awal Februari 2026.
“Kami juga mempersiapkan pelatihan wasit dan juri Porprov sebagai perangkat pertandingan, agar pelaksanaan Porprov berjalan sesuai dengan standar nasional,” ujar Daswippetra.
Sementara itu, Ketua Harian KBI Sumbar, Fazril Ale, menegaskan bahwa seluruh agenda yang telah disusun merupakan langkah strategis untuk mendorong kemajuan cabang olahraga kickboxing di Sumatera Barat.
“KBI Sumbar pada tahun 2026 memiliki agenda yang beragam dan cukup padat. Seluruh program ini harus dijalankan secara bersama-sama demi kemajuan kickboxing Sumatera Barat,” ujar Fazril.
Dalam rapat kerja tersebut, KBI Sumbar juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi atlet yang akan berlaga di Porprov. Atlet diwajibkan memiliki sertifikasi sabuk warna, mengingat Porprov merupakan ajang resmi, serta memiliki KTP Sumatera Barat yang terhitung sejak Juni 2025.
Rapat kerja ini diikuti oleh 13 pengurus cabang. Tercatat dua pengurus cabang, yakni Sawahlunto dan Padang Panjang, telah berakhir masa kepengurusannya. Sementara empat pengurus cabang lainnya, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Agam, Sijunjung, dan Pasaman Barat, masih dalam tahap penyusunan kepengurusan.
Fazril Ale menambahkan, selain fokus pada Porprov, KBI Sumbar juga mempersiapkan program untuk menghadapi PON Bela Diri, pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas), penataran wasit dan pelatih di tingkat daerah maupun nasional, serta peningkatan dan penyegaran sabuk warna atlet kickboxing Sumatera Barat.
“Seluruh program ini membutuhkan sinergi dari seluruh pengurus. Target kita jelas, yakni mencetak prestasi dan memberikan kontribusi medali bagi Sumatera Barat,” tegasnya.
KBI Sumbar menargetkan cabang olahraga kickboxing mampu menyumbangkan medali pada PON Bela Diri 2026 yang akan digelar di Manado, serta pada PON 2029 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Kami optimistis kickboxing dapat menjadi salah satu cabang olahraga beladiri unggulan Sumatera Barat di tingkat nasional, bahkan internasional,” tutup Fazril. (rom)






