PAYAKUMBUH, METRO–Langkah diplomatis dan strategis diambil oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh, Dewi Novita. Di dampingi jajaran terasnya, sosok yang akrab disapa Dewi Centong ini melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Balai Wartawan (BW) Luak Limopuluah, Selasa (27/1).
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan upaya krusial untuk mempererat kemitraan antara penegak regulasi daerah dengan pilar keempat demokrasi. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus Balai Wartawan, di antaranya Bambang Zulwadi, Aking, Dadang, Febi, Bayu, Anton, Rahmat, Bule, dan insan pers lainnya.
Dalam suasana yang cair namun tetap substansial, pertemuan tersebut bertransformasi menjadi ruang diskusi dua arah yang membedah berbagai isu krusial yang tengah menjadi sorotan publik. Para jurnalis melontarkan beragam “bola panas”, mulai dari efektivitas penegakan Peraturan Daerah (Perda), sengkarut penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), fenomena anak punk, hingga jam operasional hiburan tradisional saluang yang kerap melampaui batas waktu.
Tak luput, persoalan sensitif seperti dinamika dunia malam hingga regulasi operasional warung makan di siang hari menjelang bulan suci Ramadan turut menjadi topik hangat dalam sesi konfirmasi tersebut.
Dewi Novita, didampingi Kabid PPS Penegak Perda, Ricky Zaindra, S.Sos., dan Kasi Ops Pengendalian, Bobby Andhika, S.STP., menegaskan komitmennya dalam mengawal Perda Nomor 01 Tahun 2020 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.
“Silaturahmi ini adalah wujud nyata upaya kami membangun komunikasi dua arah. Kami butuh sinergitas dengan awak media sebagai jembatan informasi agar penegakan Perda di Payakumbuh berjalan humanis namun tetap tegas,” ujar Dewi dengan nada lugas.
Dewi memaparkan bahwa dengan kekuatan 188 personel yang terdiri dari PNS, PPPK, hingga PPPK Paruh Waktu, pihaknya kini lebih proaktif melalui program “Satpol PP Masuk Sekolah”. Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa menjaga muruah kota adalah kerja kolaboratif.
“Menegakkan Perda tidak bisa hanya mengandalkan pundak Satpol PP semata. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari Niniak Mamak, MUI, hingga peran orang tua dalam mengawasi pergaulan generasi muda kita,” tambahnya optimistis.
Gayung bersambut, Bambang Zulwadi didampingi Debby Linmarta, Aking mewakili insan pers, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif keterbukaan informasi ini. Bagi mereka, komunikasi yang transparan adalah kunci untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
“Kemitraan ini sangat vital. Dengan komunikasi yang terbuka, kita bisa bersama-sama mengedukasi masyarakat akan pentingnya aspek keamanan dan ketertiban di kota yang kita cintai ini,” tutur Bambang.
Pertemuan tersebut ditutup dengan foto bersama, menandakan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas kota Payakumbuh melalui fungsi kontrol sosial wartawan dan fungsi eksekusi Satpol PP-Damkar yang selaras. (uus)






