PADANG, METRO–Bencana hidrometeorologi di Padang mengakibatkan sawah terancam kekeringan. Pasalnya, saluran irigasi rusak akibat diterjang banjir. Apalagi setelah bendungan irigasi Gunung Nago dan Koto Tuo rusak yang merupakan pusat masuknya air ke areal pertanian masuarakat, khususnya di Keluaraha Pisang.
Selain itu, ada beberapa Daerah Irigasi (DI) yang mengalami kerusakan juga. Bagi saluran irigasi yang mengalami kerusakan dan tertimbun sedimen, dilakukan pengangkatan sedimen. Sedimen tebal dikerjakan oleh Dinas PUPR. Sedangkan sedimen yang dangkal digorokan oleh Kelompok Tani, sehingga air bisa mengairi sawah.
Menyikapi kondisi yang demikian, Lurah Pisang, Kecamatan Pauh, Deswarman melibatkan dua kelompok tani dari Kelurahan Pisang dan Binuang Kampung Dalam, menggelar gotongroyong membersihkan saluran air Irigasi Gunung Nago kiri yang mengaliri sawah ke Pisang dan Binuang, Senin (26/1).
“Alhamdulillah, sudah lima kali kami bergoro membersihkan sisa sisa lumpur yang sudah mengering, dan material kayu yang menghambaat aliran air ke Pisang dan Binuang,” ujar Lurah Pisang, Adek Deswarman didampingi Ketua RT 01/RW 06 Suardi alias Pak Meri di lokasi goro kemarin.
Disbeutkan Adek Deswarman, bahwa kegiatan goro yang sudah berlangsung lima hari ini, kita berhasil mengeluarkan sekitar 50 Kubik hingga 80 kubik sedimen kering berikut material. Ini yang menyebabkan saluran air ke sawah warga tersumbat.
Untuk pembersihan irigasi ini, kita bersama warga, ketua RW, Ketua RT dan kelompok tani menargetkan sepanjang 1 KM dibersihkan. Dengan tujuan mengatasi krisis kekeringan.
Saat ini kata Adek Deswarman, ada 73 haktare sawah yang terletak di Pisang dan Binuang Kampung Dalam, terancam kekeringan dan gagal panen. “Kelompok tani yang melakukan goro pembersihan saluran irigasi dari sedimen dengan tujuan supaya air bisa masuk ke sawah. Kita juga harapkan petani terdampak masih bisa berusaha tani, sampai bendungan irigasi bisa berfungsi kembali,” harap Adek Deswarman.
Seperti diketahui kata Deswarman, warga di Kecamatan Kuranji dan Pauh dilanda kekeringan sepekan terakhir. Sumur warga mengering seiring tak mengalirnya air pada saluran irigasi pascaruntuhnya bendungan Gunung Nago akibat banjir bandang 28 November 2025 lalu. “Warga di dua kecamatan ini, sumber air warganya dari sumur yang berasal dari air permukaan. Sejak jaringan irigasi tak lagi dialiri air, sumur juga kehilangan sumber mata airnya,” ungkapnya.
Dijelaskan Deswarman bahwa untuk pasokan air bersih rumah tangga, kita maksimalkan di Koto Parak, ada tiga titik, Jalan Djamaluddin Wak Ketok ada dua titik, Pisang dan Parak Alah masing masing satu titik. “Kemungkinan untuk penambahan lokasi akan kita lihat perkembangannya. Namun yang jelas, warga sangat terbantu sekali dengan adanya air gratis dari pemko Padang ini melalui pihak PDAM,” tandas Deswarman.
Sementara itu Ketua RT 01/RW/06 Suardi alias Pak Meri mengaku adanya goro bersama kelompoim tani ini sangat membantu warga. Selain itu juga menambah kuatnya kekompakan petani di Pisang. “Terimakasih pak Lurah Pisang Adek Deswarman yang memimpin langsung aksi ini dan begitu peduli terhadap warganya, air bersih untuk warga dan air irigasi untuk sawah kami dikerjakan secara bersama sama.” sebut Suardi. (ped)






