SOLOK, METRO–Kabupaten Solok diproyeksi menjadi destinasi wisata berkelas internasional (world-class tourist destination). Salah satunya melalui penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok.
Wakil Bupati Solok, Candra, menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Solok untuk menjadi destinasi wisata berkelas dunia. Dengan fokus utama pada sektor pertanian dan pariwisata.
Sekitar 56,2 persen masyarakat Solok berprofesi sebagai petani, sehingga lanjutnya penguatan sektor pertanian tetap menjadi fondasi pembangunan daerah.
“Pengembangan Gunung Talang menjadi salah satu prioritas. Kawasan ini memiliki panorama lima danau, jalur pendakian aman, serta potensi besar sebagai geopark. Pembangunan akses melalui Bukik Bulek direncanakan sebagai jalur mitigasi bencana sekaligus pembangkit ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, penyelesaian fly-over Sitinjau Lauik diharapkan meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Solok, didukung rencana pembangunan rest area representatif dan infrastruktur penunjang.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap, melalui sinergi lintas sektor, daerah ini dapat menjadi geopark baru Sumatera Barat, sekaligus destinasi wisata berkelas internasional yang berkelanjutan. Harapan ini disampaikan Candra dalam pertemuan strategis yang dipimpin Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, Zefnihan.
epala Bappeda Provinsi Sumbar, Zefnihan mengatakan bahwa pengembangan destinasi kelas dunia telah dirintis sejak 2013–2014, dan harus dibangun secara kolaboratif. “ Daerah seperti Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan provinsi. Sumbar dibangun untuk kabupaten dan kabupaten untuk Sumbar,” ujarnya. (vko)






