BUKITTINGGI, METRO–Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menerima audiensi pengurus Sanggar Sabai Nan Aluih di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Jumat (23/1). Audiensi tersebut turut dihadiri staf ahli serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Dalam pertemuan itu, perwakilan Sanggar Sabai Nan Aluih, Yulinofendri, menyampaikan rencana pengaktifan kembali sanggar seni yang sebelumnya berada di bawah naungan Korpri Kota Bukittinggi dan telah vakum selama kurang lebih 10 tahun.
Ia menjelaskan, pengaktifan kembali sanggar ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan dan regenerasi bagi anak-anak serta generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni dan budaya.
“Pengaktifan kembali ini bertujuan sebagai wadah regenerasi dan pembinaan bagi anak-anak berbakat di bidang seni dan budaya, mulai dari pembinaan dasar dari nol hingga siap tampil. Kami juga merencanakan pembinaan sejak usia dini dengan pendekatan ke sekolah-sekolah,” jelas Yulinofendri.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyambut baik rencana pengaktifan kembali Sanggar Sabai Nan Aluih. Menurutnya, upaya pelestarian seni dan budaya merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas Bukittinggi sebagai kota wisata dan kota budaya.
Ibnu Asis menekankan bahwa pembinaan seni dan budaya perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, mulai dari penataan struktur organisasi, pola pembinaan yang jelas, hingga arah pengembangan sanggar ke depan.
“Pemerintah Kota Bukittinggi pada prinsipnya siap memberikan dukungan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang dapat diupayakan melalui mekanisme hibah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tentu dengan catatan, seluruh kelengkapan administrasi dapat dipenuhi terlebih dahulu,” ujarnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali peran Sanggar Sabai Nan Aluih sebagai salah satu wadah pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Bukittinggi. (pry)






