BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyatakan kesiapan Kota Bukittinggi untuk berperan sebagai daerah penyangga bencana di Sumatera Barat, khususnya bagi Kabupaten Agam. Komitmen tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, saat penyerahan bantuan kemanusiaan di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1).
Dalam kesempatan tersebut, Ramlan Nurmatias menegaskan pentingnya penguatan sistem penanganan bencana di wilayah strategis seperti Bukittinggi, yang berada di jalur perlintasan utama antar kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Kami mengusulkan pembangunan kantor BNPB yang lengkap dan permanen di kawasan Talao. Rencana ini sebenarnya sudah ada sejak 2016, agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terorganisir,” ujar Ramlan.
Ia menambahkan, posisi geografis Kota Bukittinggi yang berada di tengah Kabupaten Agam menjadikan daerah tersebut sangat potensial sebagai pusat koordinasi dan penyangga dalam penanganan kebencanaan.
“Terkait dana bantuan dari kepresidenan, Pemkot Bukittinggi saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengadaan alat-alat berat guna mendukung kesiapsiagaan bencana,” jelasnya.
Ramlan juga menyoroti dampak tidak langsung bencana terhadap perekonomian Bukittinggi sebagai kota wisata, meskipun wilayahnya tidak terdampak secara langsung.
“Dampak ekonominya cukup besar, terutama sektor pariwisata. Menjelang bulan puasa dan Idulfitri, kami telah meminta Polda Sumbar agar jalur Lembah Anai dapat dibuka dua arah demi kelancaran akses menuju Bukittinggi,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Bukittinggi menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Kabupaten Agam di Pendopo Bupati Agam. Bantuan tersebut berupa 200 unit kasur, selimut, serta sekitar 200 unit rice cooker yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga terdampak bencana.
“Dana untuk pengadaan rice cooker ini bersumber dari hasil kegiatan Pacu Kuda sekitar Rp43 juta dan ditambah dukungan dari Baznas sebesar Rp24 juta,” ungkap Ramlan.
Selain itu, Pemkot Bukittinggi juga menyalurkan bantuan dari berbagai lembaga lainnya, berupa 1.500 porsi makanan siap saji, 375 unit kasur, 600 paket susu, 500 selimut, serta 500 lembar pakaian untuk relawan.
Penyaluran bantuan ini merupakan yang kedelapan kalinya dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi sejak terjadinya bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu. (pry)






