AGAM/BUKITTINGGI

Huntara Palembayan Diresmikan, Warga Terdampak Bencana Mulai Tempati Hunian Layak

3
×

Huntara Palembayan Diresmikan, Warga Terdampak Bencana Mulai Tempati Hunian Layak

Sebarkan artikel ini
SIMBOLIS — Menko PMK Pratikno, secara simbolis menyerahkan 117 unit Huntara bagi warga terdampak bencana di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1).

AGAM, METRO–Bupati Agam, Benni Warlis, bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Sab­tu (24/1).

Peresmian Huntara ini menjadi bagian dari upaya per­­cepatan pemulihan pas­­ca­bencana melalui sinergi an­tara pemerintah pusat, pe­merintah provinsi, dan pemerintah daerah, khususnya untuk membantu ma­sya­­rakat yang kehilangan tem­pat tinggal akibat bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan bah­­wa Huntara yang dires­mi­kan berjumlah 117 unit. Sebelum hunian sementara ini tersedia, para penyintas bencana terpaksa mengungsi dan menempati ruang-ruang kelas di SDN 05 Kayu Pasak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi, Polri, TNI, para relawan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam,­”­ ujar Benni Warlis.

Ia berharap kebera­daan Hun­tara tersebut dapat mem­berikan rasa aman dan nyaman bagi para penyintas, sekaligus membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali menata kehi­dupan pascabencana sam­bil menunggu pembangu­nan hunian te­tap.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan so­sial dan eko­nomi masyara­kat terdampak.

Hal senada disampaikan Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar pengelolaan Huntara dilakukan secara tertib, terencana, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Peresmian Huntara ter­se­b­ut disambut antusias oleh warga penerima manfaat yang kini dapat menempati hunian sementara yang lebih layak, aman, dan manusiawi. (pry)