PARIAMAN, METRO – Menyambut bulan Suci Ramadhan, Pemko Pariaman mengadakan wirid bulanan di Masjid Sejarah Muhammadiyah Kuraitaji. Hadir Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kankemenag Kota Pariaman M. Nur, BUMN, ASN dilingkungan Pemko Pariaman dan Ustadz Jauhar Muiz sebagai penceramah.
Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan hari ini kembali kita melaksanakan wirid bulanan, dan wirid bulanan kali ini sangat penting, karena beberapa hari lagi semua umat islam akan melaksanakan ibadah pada bulan suci ramadhan.
“Saya pikir dalam menghadapi bulan yang suci ini, kita harus bersih luar dalam suci lahir dan fikiran. Kami mengimbau nanti selesai acara kita bersalam-salaman dan saling memaafkan,” ungkap Genius Umar, kemarin.
Genius juga berpesan walaupun dalam kondisi puasa jangan menurunkan kinerja ASN di lingkungan Pemko Pariaman, meskipun jam bekerjanya dikurangi tapi kualitas kerjanya harus tetap sama. “Saya yakin kinerja ASN di lingkungan Pemko Pariaman akan lebih baik kualitasnya, karena kita kondisinya sedang berpuasa pasti niatnya bekerja dengan ikhlas,” ujarnya.
“Kita juga harus bekerja dengan semangat, kita harus memberikan kontribusi dimanapun kita bekerja, apakah itu sebagai guru bagaimana peran dan esensi kita disekolah, kemudian sebagai pejabat pemerintahan apa kontribusi kita dimasing-masing bidang. Kemudian tanyakan pada diri kita sendiri, apa yang telah kita kerjakan. Kalo kita paha apa yang telah kita kerjakan untuk hari ini, insyaallah kita akan selalu bersemangat untuk bekerja,” paparnya.
Genius mengajak agar seluruh guru, pejabat ASN jika semuanya bekerja dengan baik dan ikhlas.” Saya yakin kita bisa bersama-sama membuat Kota Pariaman semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Jauhar Muiz dalam ceramahnya mengatakan keadaan bangsa kita sekarang ini sudah dalam keadaan keropos umpama kayu yang dimakan rayap.
“Kita juga sering melihat diberbagai belahan dunia banyak umat islam yang dizolimi, harga diri umat islam diinjak-injak,” tambahnya.
“Kita kembali kepada pokok akar permasalahan, mendefinisikan kembali apa itu islam. Islam itu selamat, tunduk, patuh, taat. Maka coba kita renungkan apa sebetulnya yang terjadi dibelahan dunia pada sekarang ini, ini semua adalah teguran dari allah bahwa kebanyakan dari kita umat islam lalai dalam menunaikan perintahnya dan menjauihi larangannya,” sebutnya.
Dia juga mengimbau kepada jamaah yang hadir, agar sebelum datangnya bulan suci ramadhan harus saling memaafkan, memohon ampunlah kepada Allah SWT.
“Semoga allah selalu mempertemukan kita dengan bulan yang suci ini dengan hati yang istiqomah dan ketaqwaan kepada allah. Minta kepada allah agar ibadah kita pada bulan suci ramadhan aman, nyaman dan tentram dan diterima amal ibadah kita, amin,” tandasnya. (efa)





