PADANG, METRO– Bencana Hidrometeorologi yang melanda Kota Padang akhir November 2025 lalu berdampak kelumpuhan distribusi air bersih mencapai 90 persen.
Hal ini disebabkan kerusakan infrastruktur instalasi pengelolaan air (IPA) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang. Ada tujuh intake mengalami kerusakan kategori rusak barat akibat material banjir bandang dan sedimen yang menumpuk.
Perumda AM Padang terus melakukan upaya pemulihan IPA dan pelayanan distribusi air bersih untuk pelanggan di Kota Padang. “Pemerintah menargetkan kita pelayanan air bersih di akhir tahun itu bisa pulih diatas 90 persen. Kami berupaya optimal memenuhi target,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, Jumat (23/1).
Ditambahkannya, pada 24 Desember 2025, layanan air bersih di Kota Padang sudah mencapai 99 persen. Perkembangan ini seiring pulihnya Intake Palukahan 2 jalur.
Dari tiga area playanan, area selatan sudah pulih optimal. Lalu di area utara untuk pelayanan juga sudah 100 persen pulih. Namun ada pelanggan yang sumber airnya dari selatan yaitu jembatan Gunung Nago.
Ada empat perumahan yaitu, Perumahan Kemilau Permata, Wisma Bumi Mas Kuranji, Perumahan Graha Kuranji, dan Perumahan Anai Lestari.
Untuk mengatasinya, Perumda AM Kota Padang memberikan pelayanan air bersih dengan penyediaan lima unit tedmond. Kelima tedmond ini diisi tiga kali sehari untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Di area pusat saat ini kita terkendala, karena produksi pipa Gunung Pangilun belum optimal disebabkan sumber air baku masih keruh, karena masih banyak pengerjaan normalisasi di hulu sungai. Mulai dari Batu Busuk sampai ke mulut intake kita. Jadi juga terjadi pendangkalan yang memang juga menyebabkan air baku kita sudah mulai berkurang,” ungkapnya.
Hal tersebut menyebabkan terdapat beberapa area yang belum dapat terlayani diantaranya area Pancasila, Purus 2 sebagian, Koto Marapak, Jalan Hang Tuah, Jalan Pasopati Singa Mangaraja, Pondok Mungil Ampang Sebagian. Jati Paraksalai sebagian hidup pelayanan air, lalu Jati Gaung.
“Yang terjadi sekarang dua bulan ini, air yang kita pompa itu bercampur lumpur, itu yang menyebabkan pompa kita sering rusak,” katanya.
Perumda AM Padang juga sudah memesan elektromotor pompa yang ditargetkan akhir Februari sudah sampai di Kota Padang karena dipesan dari Turki. Pemesanan dilakukan ke Turki karena memang itu yang speknya sesuai dengan intake Kampung Koto.
“Layanan kita per hari sudah 99 persen atau 128.123 SR, yang satu persennya sekitar 1.623 SR lagi. Bagi pelanggan kami yang tidak terlayani kita sudah menyediakan 65 unit tedmond. Pascabencana kita sudah menambah 14 lagi unit tedmond. Kemarin kita juga dapat bantuan sebanyak 30 unit yang sudah kita distribusikan,” jelasnya.
Hendra menyebut, Perumda AM Padang juga sudah banyak menyalurkan air gratis kepada masyarakat. Sampai saat ini sudah disalurkan 27.347 m3 atau 27 juta liter air bersih. Di mana 2/3 yang mendapatkan layanan tersebut adalah nonpelanggan.
Disebutkan Hendra, Perumda AM Padang juga banyak mendapatkan bantuan. Namun bantuan itu dimulai pada tahun anggaran 2026 ini. Bantuan pembangunan IPA Palukahan 200 liter per detik dan pipa sepanjang 19 KM akan dimulai tahun ini dan akan selesai akhir 2027. “Pascabencana kita juga mengusulkan pembangunan pengganti IPA Gunung Pangilun, itu juga akan selesai di akhir tahun 2027,” katanya. (fan)






