BALI, METRO—Semen Padang FC bersiap menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Bali United pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026. Laga yang menjadi pembuka putaran kedua tersebut akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1) sore.
Meski menghadapi tim papan atas, Kabau Sirah datang dengan tekad kuat untuk mencuri poin demi memperbaiki posisi dan keluar dari zona degradasi. Saat ini, Semen Padang masih terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 10 poin, sementara Bali United berada di posisi ke-8 dengan 27 poin.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan timnya telah melakukan persiapan matang. Skuad Kabau Sirah bahkan sudah tiba lebih awal di Bali untuk memaksimalkan adaptasi dan latihan.
“Puji Tuhan kondisi pemain semua oke. Kita sejak Rabu sudah di sini. Kita ada satu latihan dan semua dalam kondisi siap,” ujar Dejan dalam sesi konferensi pers, Jumat (23/1/2026).
Namun, Dejan mengungkapkan masih menunggu kelengkapan regulasi dan administrasi pemain anyar Maicon, yang berpotensi memperkuat tim pada laga krusial tersebut.
“Untuk Maicon, kita masih melihat regulasi dan surat-suratnya. Semoga dia bisa turun dan tim kita semua siap untuk pertandingan,” katanya.
Pelatih asal Serbia itu menegaskan bahwa laga perdana putaran kedua dipastikan berlangsung sulit bagi kedua tim. Kendati demikian, Semen Padang tidak datang hanya untuk bertahan.
“Game pertama pasti berat untuk dua tim. Berat untuk Bali, berat untuk kita. Tapi kita datang ke sini untuk curi poin. Karena kalau lihat tabel sekarang, semua poin penting untuk Semen Padang,” tegasnya.
Dejan juga menyampaikan bahwa timnya telah melakukan evaluasi besar-besaran setelah hasil kurang maksimal di putaran pertama. Sejumlah pemain baru didatangkan untuk menyuntikkan energi dan semangat baru.
“Kami sudah analisis putaran pertama dan hasilnya memang tidak cukup bagus. Karena itu kami membuat keputusan untuk mengubah tim ini. Kami mendatangkan beberapa pemain baru dengan harapan mereka membawa semangat besar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan tim tidak hanya ditentukan oleh jumlah pemain asing, melainkan oleh kerja sama seluruh elemen tim.
“Satu tim yang kuat bukan karena punya enam pemain baru. Tim kuat adalah ketika semua bekerja bersama-sama. Target kami jelas, keluar dari zona merah dan mengamankan poin agar bisa bertahan di Liga 1 musim ini,” ucap Dejan.
Dari sisi pemain, Boubakary Diarra menilai laga kontra Bali United akan berjalan ketat, namun peluang untuk meraih hasil positif tetap terbuka.
“Bali United tim yang kuat, tapi kami juga punya kesempatan untuk menang. Kuncinya ada pada fokus dan konsentrasi. Jika itu terjaga, saya yakin tim kami bisa meraih hasil bagus,” kata Diarra.
Diarra juga menyoroti duel menarik dengan bek Bali United, Joao Ferrari, yang merupakan rekan dekatnya di luar lapangan.
“Dia teman saya dan pemain yang bagus. Tapi besok selama 90 menit dia bukan teman saya. Saya harus berjuang untuk tim,” ujarnya.
Di sisi lain, Bali United datang dengan tren positif. Serdadu Tridatu mencatat empat kemenangan dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan atas PSM Makassar, Arema FC, PSBS Biak, dan Borneo FC. Mereka juga berpeluang menampilkan wajah baru di lini depan melalui debut Diego Campos.
Sementara itu, Semen Padang membawa amunisi segar dengan kehadiran enam pemain asing baru, sebagai bagian dari upaya kebangkitan di paruh kedua musim.
Direktur Utama Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, menegaskan bahwa sebagian besar skuad di putaran kedua merupakan wajah baru hasil evaluasi total manajemen tim.
“Di musim kedua ini, sebagian besar pemain adalah pemain baru. Kami melakukan evaluasi total demi perbaikan performa tim,” ujarnya, dikutip dari laman resmi klub.
Secara rekor pertemuan, Bali United masih unggul. Dalam lima pertemuan terakhir melawan Semen Padang, Bali selalu keluar sebagai pemenang, termasuk kemenangan 3-1 di kandang Kabau Sirah pada September 2025 lalu.
Meski demikian, Semen Padang FC bertekad menjadikan laga ini sebagai momentum kebangkitan untuk mengubah nasib di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. (rom)






