METRO PADANG

Dikunjungi Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade Dorong Sepablock Semen Padang jadi Solusi Huntap Nasional, Bersaing di Sumut dan Aceh

3
×

Dikunjungi Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade Dorong Sepablock Semen Padang jadi Solusi Huntap Nasional, Bersaing di Sumut dan Aceh

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI RUMAH CONTOH— Rombongan anggota Komisi VI DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI Andre Rosiade, mengunjungi pabrik dan rumah contoh Sepablock, produk inovatif PT Semen Padang, anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Kamis (22/1).

PADANG, METROProduk inovatif Sepablock (Semen Padang Bata Interlock) milik PT Semen Padang kian menguat sebagai solusi konstruksi modern nasional, khususnya untuk percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana. Potensi tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke pabrik Sepablock PT Semen Padang, Kamis (22/1).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai Sepablock memiliki keunggulan signifikan dibanding material konvensional, baik dari sisi kecepatan pembangunan, ketahanan, maupun efisiensi biaya. Menurutnya, inovasi ini sangat relevan untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat terdampak bencana.

“Hari ini kami meninjau pabrik Sepablock. Ini bagian dari rencana pemerintah untuk membangun hunian tetap. Sepablock produksi Semen Indonesia Group akan berkontribusi dalam pembangunan rumah huntap di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Andre Rosiade.

Rombongan Komisi VI DPR RI diikuti Gani Toto (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Tengah I), K.H. Ahmad Labib (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Timur X), Nurwayah (Fraksi Demokrat, Dapil Jakarta III), Kawendra Lukistian (Fraksi Gerindra, Dapil Jawa Timur IV), Iskandar (Fraksi PAN, Dapil Sumatera Selatan II), Nevi Zuairina (Fraksi PKS, Dapil Sumbar II), serta Syarifah Suraidah (Fraksi Golkar, Dapil Kalimantan Timur).

Andre mengungkapkan, berdasarkan laporan manajemen Semen Indonesia Group (SIH), PT Semen Padang telah memperoleh kontrak kerja sama pemba­ngunan 4.800 unit rumah huntap di Sumatra Barat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Ia pun mendorong agar produk ini juga mampu bersaing di pasar Sumatera U­tara dan Aceh, dengan skema harga yang kompetitif.

“Kami menyarankan agar juga bisa bersaing di Sumut dan Aceh. Ini sedang dikaji supaya harganya jelas dan kompetitif. Keunggulannya, pengerjaan rumah bisa selesai dalam dua minggu, tahan gempa dan tahan api, serta harganya relatif murah. Ini tentu sangat membantu pemerintah dan ma­sya­rakat,” tegas Wakil Ke­tua Fraksi Gerindra DPR RI.

Andre menjelaskan, untuk tipe rumah 36, biaya pembangunan dengan Sepablock berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp160 juta per unit. Dengan waktu pembangunan ha­nya dua hingga tiga minggu, masyarakat terdam­pak bencana dapat segera menempati hunian tetap, se­hingga proses pemulihan sosial dan ekonomi berjalan lebih cepat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa Sepablock merupakan produk inovasi perusahaan yang telah dikem­bangkan sejak 2010. Produk ini dirancang sebagai material bangunan tahan api dan tahan air, serta sangat cocok digu­nakan untuk pembangunan pascabencana, termasuk di wilayah rawan banjir dan gempa.

“Sepablock ini salah satu produk inovatif kami sejak 2010. Awalnya juga disiapkan untuk kondisi darurat, seperti pada masa Covid-19. Keunggulannya tahan api, tahan air, dan sangat relevan untuk pembangunan pascabencana,” kata Pri Gustari.

Ia menjelaskan, saat ini kapasitas produksi Sepablock mencapai 100 hingga 110 unit per bulan atau sekitar 1.300 unit per tahun. Kunjungan Komisi VI DPR RI ke fasilitas produksi tersebut menjadi doro­ngan moral tersendiri bagi manajemen dan karyawan untuk terus mengembangkan produk inovatif ini.

“Dengan adanya kunjungan Komisi VI DPR RI, tentu kami semakin bersemangat untuk mengembangkan Sepablock agar pemanfaatannya semakin luas,” ujarnya.

Meski demikian, Pri Gustari mengakui bahwa pemasaran Sepablock ma­sih terbatas dan difokuskan pada pasar domestik. Selain itu, pembangunan rumah dengan sistem bata interlock ini memerlukan tenaga tukang yang telah mendapatkan pelatihan khusus agar pemasangan sesuai standar dan kualitas tetap terjaga.

Dengan keunggulan efisiensi waktu pemba­ngunan, ketahanan terha­dap gempa dan api, harga yang kompetitif, serta du­kungan pemerintah dan DPR RI, Sepablock dinilai berpotensi menjadi solusi konstruksi masa depan yang mempercepat penyediaan hunian layak dan aman bagi masyarakat Indonesia. (*)