METRO PADANG

Komisi VI DPR Tinjau Huntara Danantara di Batang Anai, Andre Rosiade: Kerja Cepat BUMN Wujudkan Perintah Presiden Prabowo

2
×

Komisi VI DPR Tinjau Huntara Danantara di Batang Anai, Andre Rosiade: Kerja Cepat BUMN Wujudkan Perintah Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
TINJAU PEMBANGUNAN HUNTARA— Rombongan Komisi VI DPR RI yang dipimpin Andre Rosiade, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sumbar (22/1), untuk melihat langsung pembangunan huntara bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang. Kunjungan ini diawali dengan peninjauan Huntara Danantara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

PADANG PARIAMAN, METROKomisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sumatera Ba­rat, Kamis (22/1), untuk meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang. Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan diawali dengan pe­ninjauan Huntara Danantara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Rombongan Komisi VI DPR RI diikuti anggota lintas fraksi, di antaranya Gani Toto (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Tengah I), K.H. Ahmad Labib (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Timur X), Nurwayah (Fraksi Demokrat, Dapil Jakarta III), Kawendra Lukistian (Fraksi Gerindra, Dapil Jawa Timur IV), Iskandar (Fraksi PAN, Dapil Sumatera Selatan II), Nevi Zuairina (Fraksi PKS, Dapil Sumbar II), serta Syarifah Suraidah (Fraksi Golkar, Dapil Kalimantan Timur). Turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis, serta jajaran BUMN dan pelaksana proyek.

Project Manager Nindya Karya Syafriwal menjelaskan bahwa pembangunan huntara tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar negara hadir cepat memberikan hunian layak bagi korban bencana. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Nindya Karya sebagai kontraktor utama dengan dukungan sejumlah BUMN, antara lain Semen Indonesia Group (SIG), MIND ID, Pegadaian, Pertamina, serta di­dukung PLN untuk kelistrikan dan Telkom untuk ja­ringan komunikasi.

Untuk lokasi Batang Anai, Syafriwal melaporkan telah dibangun 40 unit huntara dengan progres mencapai 90 persen. Pe­ngerjaan dilakukan hanya dalam waktu delapan hari kerja dan ditargetkan rampung pada 24 Januari 2026. Selain Batang Anai, pembangunan huntara juga dilaksanakan di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

Di Kabupaten Agam terdapat dua lokasi, yakni Linggai Duo Koto seba­nyak 20 unit dengan progres 70 persen serta Ban­cah sebanyak 35 unit yang masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 15 persen. Semen­tara itu, di Kabupaten Ta­nah Datar, pembangunan 28 unit huntara di kawasan Malalo telah mencapai progres 60 persen.

Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Nindya Karya dan BUMN pendukung. Ia menilai pembangunan huntara di Batang Anai jauh melampaui ekspektasi. Proyek yang semula diperkirakan rampung dalam dua pekan, nyaris selesai hanya dalam delapan hari. Selain itu, ia juga mengapresiasi ada­nya fasilitas tambahan berupa lapangan mini soccer, balai pertemuan, dan area bermain anak sebagai nilai tambah bagi para peng­huni.

“Terima kasih Pak Andre Rosiade, terima kasih Danantara dan Nindya Karya. Ini di luar target dan ekspektasi kami. Saya kira dua minggu baru selesai, ternyata delapan hari sudah hampir rampung, ditambah fasilitas mini soccer, balai pertemuan, dan playground untuk anak-anak,” ujar John Kennedy Azis.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan mandat Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat terdampak bencana segera menda­patkan hunian layak benar-benar terlaksana di lapa­ngan. Ia mengapresiasi kecepatan dan kualitas kerja Nindya Karya yang dinilainya mencerminkan transformasi nyata BUMN dalam melayani rakyat.

“Kami mendengar lang­sung laporan di lapangan. Di Batang Anai progresnya sudah 90 persen hanya dalam delapan hari kerja. Ini bukti nyata BUMN hadir dan bekerja efektif untuk rakyat,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini yang juga membagikan 100 paket sembako lengkap.

Andre menambahkan, pembangunan huntara ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan tempat tinggal sementara, tetapi juga memperhatikan kua­litas hidup masyarakat. Keberadaan fasilitas sosial seperti lapangan olahraga, balai pertemuan, dan playground dinilainya penting untuk mendukung pemulihan psikososial warga pascabencana.

“Komisi VI DPR RI akan terus mengawal penyelesaian pembangunan hun­tara di seluruh wilayah Sumatera Barat. Berdasarkan data yang kami terima, masih dibutuhkan sekitar 500 unit huntara tambahan untuk Agam, Padang Pa­riaman, Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.

Managing Director Danantara Rohan Hafas menjelaskan bahwa secara nasional Danantara bersama BUMN telah mem­bangun sebanyak 1.275 unit hunian semen­tara di ber­bagai daerah terdampak bencana. Jumlah terbesar berada di Aceh, khusus­nya Aceh Tamiang dengan 600 unit dalam satu kawasan.

“Selain Aceh, pemba­ngunan juga dilakukan di delapan daerah lainnya. Untuk Sumatera Barat, Danantara akan melanjutkan pembangunan sesuai kebutuhan terbaru dan mulai membahas rencana hunian tetap ke depan,” kata Rohan Hafas didam­pingi jajaran direksi BUMN terkait.

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian turut mengapresiasi proyek tersebut. Ia menilai pembangunan huntara ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya membangun kembali harapan masyarakat pascabencana. Kecepatan pengerjaan yang mencapai 90 persen dalam delapan hari disebutnya sebagai standar baru pelayanan BUMN yang responsif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Yang paling penting adalah sisi kemanusiaannya. Warga tidak hanya mendapatkan rumah, tetapi juga ruang untuk bersosialisasi dan memulihkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyampaikan apresiasi atas si­nergi antara pemerintah pusat, DPR RI, BUMN, dan pemerintah daerah. Ia menilai pembangunan hun­tara ini tidak hanya memberikan tempat ber­teduh, tetapi juga rasa aman, nyaman, serta perhatian terhadap aspek psikososial ma­syarakat terdampak bencana.

Vasko berharap pembangunan di lokasi lain seperti Kabupaten Agam dan Tanah Datar dapat segera diselesaikan de­ngan kualitas yang sama. Menurutnya, kehadiran fasilitas tambahan me­nunjukkan bahwa pembangunan huntara benar-benar dirancang untuk memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh pascabencana.

Kunjungan Komisi VI DPR RI ini menegaskan komitmen pengawasan par­lemen terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Ba­rat sekaligus menjadi bukti konkret kolaborasi negara melalui BUMN dalam menghadirkan solusi cepat, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdam­pak. (*)