METRO PADANG

Telusuri Jejak Sejarah Ibu Kota Sumatera Barat, Pelajar SD Alam Unggul Tahfizh RI Kunjungi Museum dan Galeri Arsip

1
×

Telusuri Jejak Sejarah Ibu Kota Sumatera Barat, Pelajar SD Alam Unggul Tahfizh RI Kunjungi Museum dan Galeri Arsip

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN EDUKASI— Puluhan pelajar SD Alam Unggul Tahfizh Raudhatul Ilmi, Kabupeten Padangpariaman mengunjungi Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang, Rabu (21/1).

M.YAMIN, METROMuseum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang menerima kunjungan edukasi dari SD Alam Unggul Tahfizh Raudhatul Ilmi (RI), Kabupaten Padangpariaman, Rabu (21/1). Seba­nyak 98 pelajar kelas III dan IV didampingi oleh 8 orang guru pendamping tampak antusias menelusuri jejak sejarah ibu kota Sumatera Barat tersebut.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah lokal Kota Padang sekaligus memberikan pemahaman terkait pentingnya arsip sebagai sumber informasi dan memori ko­lektif bangsa kepada generasi muda sejak dini.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang, Heriza Syafani menyambut baik inisiatif sekolah yang membawa peserta didiknya belajar langsung di luar kelas.

Menurutnya, museum dan galeri arsip adalah jendela bagi anak-anak untuk memahami identitas dae­rahnya.

“Kami mengapresiasi kunjungan ini. Mengena­lkan arsip dan sejarah kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar adalah langkah strategis. Kita ingin mereka memahami bahwa arsip bukan sekadar tumpukan kertas lama, melainkan bukti otentik perjalanan bangsa yang harus dijaga,” ujar Heriza Syafani

Dia juga menambahkan bahwa Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang dirancang untuk menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi semua kalangan, termasuk pelajar. Selama kunjungan, para siswa diajak melihat berbagai koleksi foto tempo dulu, dokumen bersejarah, hingga narasi per­kembangan Kota Padang dari masa ke masa.

“Kegiatan berjalan de­ngan lancar dan kami melihat respon yang sangat positif dari para siswa maupun guru. Semoga pe­nga­laman ini dapat me­numbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pen­tingnya literasi sejarah bagi mereka”, pung­kasnya.

Pihak sekolah berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan baru bagi siswa yang tidak didapatkan secara mendalam di dalam buku teks sekolah, sekaligus menjadi sarana rekreasi yang edukatif. (oza)