AGAM, METRO—Pemerintah Kabupaten Agam turut ambil bagian dalam rapat koordinasi persiapan aktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia. Rapat ini digelar secara daring melalui zoom meeting pada Rabu (21/1).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Siti Azizah, dan diikuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Agam diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Andrinaldi, yang mengikuti rapat dari Balairung Rumah Dinas Bupati Agam di Lubuk Basung.
Pada kesempatan tersebut, Siti Azizah memaparkan rencana program pemulihan UMKM yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Barat. Program ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai upaya mempercepat kebangkitan sektor UMKM pascabencana.
Ia menjelaskan, aktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan salah satu langkah strategis pemerintah pusat yang disinergikan dengan pemerintah daerah untuk mendampingi dan menguatkan pelaku UMKM agar kembali produktif.
“Agenda yang kita laksanakan hari ini adalah untuk membangkitkan UMKM Minang, selaras dengan falsafah Minangkabau Mambangkik Batang Tarandam,” ujar Siti Azizah.
Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Agam, mampu bangkit kembali, meningkatkan daya saing, serta berperan aktif dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (pry)






