METRO PADANG

Andre Rosiade Apresiasi Gerak Cepat Perbaikan Jalan Lembah Anai, Target Rampung Juli 2026

6
×

Andre Rosiade Apresiasi Gerak Cepat Perbaikan Jalan Lembah Anai, Target Rampung Juli 2026

Sebarkan artikel ini
PERBAIKAN JALAN LEMBAH ANAI— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Senin (19/1). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan kerusakan jalan strategis yang menjadi penghubung utama antarwilayah pascabencana galodo akhir November 2025.

PADANG, METROWakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Senin (19/1). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan kerusakan jalan strategis yang menjadi peng­hubung utama antarwilayah pascabencana galodo akhir November 2025.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Andre didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi serta Kepala Proyek Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Lembah Anai Fathoni. Kehadiran jajaran teknis ini sekaligus memberikan gambaran langsung mengenai kondisi lapa­ngan dan progres pekerjaan yang sedang berjalan.

Andre Rosiade me­nyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khu­susnya Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN, dan seluruh pihak terkait atas gerak cepat dalam menangani kerusakan jalan Lembah Anai. Menurutnya, kecepatan pena­nganan ini sangat penting mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Andre menegaskan bahwa jalan Lembah Anai memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian, distribusi logistik, serta konektivitas antar­daerah di Sumatera Barat. Oleh karena itu, ia menilai percepatan perbaikan harus menjadi prioritas bersama agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa jalan Lembah Anai sempat terputus akibat kerusakan parah pada 27 November lalu. Kondisi tersebut sempat berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi ma­syarakat di sejumlah wi­layah.

Namun, berkat instruksi langsung dari pemerintah pusat, jalur tersebut mulai kembali dapat dilewati sejak 16 Desember. Saat ini, pengaturan lalu lintas dilakukan melalui sistem buka-tutup jalan untuk memastikan proses pengerjaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan. Jalan bisa dilalui mulai pukul 17.00 hingga 08.00 WIB.

Andre juga menyampaikan bahwa pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran mendatang, jalur Lembah Anai direncanakan dibuka penuh dua arah selama 24 jam. Kebijakan ini diambil untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat. Setelah itu kembali berlaku waktu saat ini dan buka tutup.  “Insya Allah proyek perbaikan jalan Lembah Anai secara keseluruhan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Karena itu penting­nya konsistensi pengerjaan agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan bahwa fokus utama pengerjaan saat ini adalah pe­nguatan struktur badan jalan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan jalan terhadap beban lalu lintas dan kondisi alam di kawasan tersebut.

Selain itu, BPJN juga melakukan normalisasi aliran sungai di sekitar badan jalan. Upaya ini bertujuan untuk mencegah tekanan arus air kembali menghantam badan jalan yang berpotensi menimbulkan kerusakan serupa di masa men­datang.

Elsa Putra Friandi me­nyebutkan bahwa untuk mendukung percepatan pekerjaan, sebanyak 32 unit alat berat dikerahkan di sepanjang titik kerusakan. Alat berat tersebut bekerja mulai dari kawasan jembatan hingga area Margasatwa Lembah Anai.

“Seluruh alat berat di­kerahkan secara bertahap dan bekerja intensif dari satu titik ke titik lainnya, termasuk hingga ke kawasan Jembatan Kembar. Pola pengerjaan ini dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan lebih efektif dan terukur,” katanya.

Terkait kondisi Jemba­tan Kembar, Elsa memastikan bahwa secara struktur bangunan masih dalam kondisi aman untuk dilalui. Meski demikian, penguatan tambahan tetap dilakukan pada bagian dasar dan pondasi jembatan sebagai langkah antisipasi jangka panjang.

Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung, sebagian besar pekerjaan material dilaksanakan pada malam hari. “Langkah ini diambil untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas ma­syarakat sekaligus memastikan target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai dengan rencana,” katanya. (*)