PADANG, METRO—Polda Sumatera Barat mempercepat pemulihan pasca bencana yang melanda wilayah hukumnya dengan menyiapkan 150 titik air bersih di berbagai wilayah terdampak. Hingga 15 Januari 2026, sebanyak 62 titik telah aktif, sementara 52 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Program penyediaan air bersih yang dikoordinasikan melalui Posko Bencana dan Biro Logistik ini menyasar wilayah Agam, Padangpariaman, Padangpanjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Solok Kota, hingga Kota Padang.
Dari total target, saat ini telah teridentifikasi 114 titik, dan 36 titik tambahan masih berada pada tahap survei serta penentuan lokasi.
Kapolda Sumbar irjen Pol Gatot Tri Suryanta melalui Kepala Biro Logistik Polda Sumbar Kombes Pol Faried Zulkarnain menegaskan, pemenuhan akses air bersih menjadi prioritas utama pascabencana karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan sanitasi warga.
“Program ini dirancang berkelanjutan dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, “ kata Kombes Pol Faried, Selasa (20/1).
Dijelaskan Kombes Pol Faried, skema penyediaan air dilakukan melalui pembangunan sumur bor baru, pemanfaatan sumur bor eksisting, sumur konvensional, serta optimalisasi sumber air alam seperti mata air gunung, sungai, dan danau. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi permukiman warga, rumah ibadah, sekolah, fasilitas kesehatan, posko bencana, hingga hunian sementara.
“Percepatan realisasi titik tambahan terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah nagari hingga unsur teknis di lapangan. Kami optimistis target 150 titik dapat tercapai sesuai rencana. Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih yang layak dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemulihan kehidupan masyarakat terdampak banjir di Sumatera Barat secara bertahap “ katanya.
Wakapolda Sumbar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Padangpariaman
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin menghadiri peresmian fasilitas air bersih pascabencana yang digelar di Nagari Surantih, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (20/1).
Peresmian fasilitas air bersih tersebut ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis sebagai tanda dimulainya pemanfaatan sarana yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air layak bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Kegiatan ini turut dihadiri Komisaris PLN Nusantara Power Irjen Pol (Purn) Suharyono, Direktur Utama PLN Nusantara Power Rully Firmansyah, General Manager PLN UID Sumbar, Kepala BIN Daerah Sumbar, serta unsur terkait lainnya.
Pada kesempatan itu, Wakapolda Sumbar mengatakan, kehadiran sarana air bersih menjadi langkah strategis dan nyata dalam menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat pascabencana.
“Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen bersama dalam memastikan akses air bersih yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, “ ujar Wakapolda saat membacakan sambutan.
Ia menegaskan, bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera telah menguji ketangguhan bersama. Di tengah keterbatasan yang ada, fasilitas air bersih ini menjadi simbol harapan, pemulihan, serta kepedulian negara terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan sarana air bersih pascabencana dinilai tepat sasaran karena berdampak langsung pada pencegahan penyakit, peningkatan kualitas kesehatan, serta percepatan pemulihan sosial dan ekonomi warga,” tuturnya.
Wakapolda juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor—pemerintah pusat dan daerah, TNI–Polri, BUMN, serta masyarakat—sebagai kunci keberhasilan penanganan bencana dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang telah diresmikan agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Padangpariaman,” tutupnya. (rgr)






